RADARBANYUWANGI.ID – Momen tak biasa terjadi di jantung budaya Osing. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan resmi disematkan udeng dan dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Oseng dalam kunjungannya ke Desa Kemiren, Jumat malam (1/5). Prosesi simbolik ini menegaskan eratnya sinergi antara aparat keamanan dan pelestarian budaya lokal.
Kunjungan tersebut berlangsung di Sanggar Genjah Arum, sanggar budaya milik Setiawan Subekti yang dikenal aktif merawat tradisi Osing. Selama hampir dua jam, Kapolresta yang akrab disapa Gus Rofiq larut dalam suasana hangat penuh nuansa tradisi.
Disambut Tradisi, Dari Angklung hingga Lesung
Setibanya di lokasi, Gus Rofiq langsung diperkenalkan dengan kekayaan budaya Osing. Alunan musik tradisional seperti angklung dan bunyi ritmis lesung menyambut kedatangannya.
Tak hanya menyaksikan, ia juga diajak terlibat langsung dalam proses tradisional menyangrai kopi menggunakan gerabah dengan tungku kayu bakar—sebuah pengalaman khas masyarakat Osing.
Suasana akrab tercipta saat Kapolresta berbincang santai bersama tuan rumah, didampingi Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi.
Disematkan Udeng, Simbol Kehormatan
Puncak kunjungan terjadi saat Gus Rofiq memasuki joglo utama sanggar. Di tempat tersebut, ia menerima udeng—ikat kepala khas Osing—langsung dari Setiawan Subekti.
Penyematan udeng bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghormatan masyarakat Osing kepada tamu yang dianggap memiliki kedekatan dan kepedulian terhadap budaya lokal.
“Terima kasih atas penyematan udengnya. Cocok tidak saya pakai udeng?” ujar Gus Rofiq sambil berseloroh.
Ngopi hingga Podcast Kamtibmas
Usai prosesi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi podcast bersama tim Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dalam diskusi santai bertema “Naik Vespa, Sambang Polsek”, Kapolresta membahas pendekatan humanis kepolisian melalui program Sabuk Kamtibmas.
Dialog berlangsung ringan namun sarat makna, menekankan pentingnya kedekatan aparat dengan masyarakat.
Cicipi 7 Jenis Kopi, Akui Kualitasnya
Malam itu ditutup dengan sesi mencicipi kopi bersama. Setiawan Subekti yang juga dikenal sebagai tester kopi internasional menyajikan tujuh varian kopi berbeda.
Gus Rofiq pun mengakui kualitas kopi Banyuwangi yang khas.
“Kopinya mantap, siap-siap tidak bisa tidur. Baru pertama kali ke sini, kalau ada waktu ingin datang lagi,” ungkapnya.
Simbol Harmoni Budaya dan Keamanan
Kunjungan Kapolresta Banyuwangi ke Desa Kemiren bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol harmonisasi antara aparat keamanan dan masyarakat adat dalam menjaga nilai budaya sekaligus stabilitas sosial.
Dengan pendekatan budaya seperti ini, Banyuwangi kembali menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan penguatan hubungan sosial dan keamanan wilayah. (aif)
Editor : Ali Sodiqin