RADARBANYUWANGI.ID - Polresta Banyuwangi berhasil memediasi antara sopir logistik dan pihak Pertamina terkait persoalan barcode BBM subsidi. Mediasi yang berlangsung di Rumah Makan Chen Chen itu dihadiri perwakilan aliansi sopir dari DJTI, PSLI, dan ASLI, serta diikuti sekitar 25 sopir logistik.
Dalam pertemuan tersebut, para sopir mengeluhkan seringnya barcode BBM terblokir, sehingga menghambat pengisian bahan bakar di SPBU. Selain itu, mereka juga mengaku kesulitan memahami sistem berbasis aplikasi, terutama bagi sopir yang menggunakan kendaraan bekas dengan data yang belum sesuai. Permasalahan barcode umum disebabkan data ganda, belum balik nama kendaraan, atau penyalahgunaan nomor polisi.
Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi Kompol Hadi Iswanto menyampaikan, bahwa mediasi tersebut bertujuan untuk mencari solusi bersama agar tidak terjadi konflik di lapangan. “Kami hadir untuk menjembatani komunikasi antara para sopir dan Pertamina. Harapannya, permasalahan barcode ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak,” ujarnya.
Hadi menekankan pentingnya pemahaman teknologi bagi para sopir agar dapat mengikuti sistem distribusi BBM subsidi yang sudah berbasis digital.
“Dari hasil mediasi, disepakati beberapa langkah, di antaranya pembaruan data dan pembuatan ulang akun barcode bagi sopir yang terdampak, serta rencana pelatihan penggunaan aplikasi MyPertamina oleh petugas SPBU,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Hadi, SPBU juga didorong menyediakan petugas khusus untuk menangani permasalahan barcode kendaraan, sehingga keluhan sopir dapat ditangani lebih cepat. “Diharapkan, kesepakatan ini dapat mempermudah para sopir dalam mengakses BBM subsidi serta meningkatkan koordinasi antar pihak terkait,” harapnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin