RADARBANYUWANGI.ID - Upaya memperkuat kemandirian ekonomi berbasis organisasi terus digencarkan Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi. Melalui kegiatan Diklat Pendampingan Pemberdayaan Membangun Koperasi bertema “Kolaborasi”, ratusan kader digembleng selama dua hari, Jumat–Sabtu (1–2/5/2026), di Aula Kantor PCNU Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini melibatkan unsur strategis organisasi, mulai dari jajaran PC Muslimat NU Banyuwangi, para Ketua PAC se-kabupaten, hingga perwakilan dari 25 kecamatan. Hadir pula tim dari Puskop Annisa PW Muslimat NU Jawa Timur yang dipimpin Yayuk Sri Wahyuningsih bersama empat narasumber.
Tak hanya itu, kegiatan juga dihadiri pengurus Koperasi Annisa serta dua anggota DPRD Banyuwangi, Desi Prakasiwi dan Ficky Septalinda, sebagai bentuk dukungan legislatif terhadap penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi, Yayuk Istianah, menegaskan bahwa diklat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah konkret organisasi dalam membangun fondasi ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk memperkokoh Koperasi Annisa sebagai perangkat resmi Muslimat NU yang telah berbadan hukum, sehingga mampu menjadi penopang ekonomi organisasi,” ujarnya.
Dalam sesi materi, narasumber menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional. Transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif anggota disebut sebagai kunci utama agar koperasi mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah tantangan ekonomi.
Menurut mereka, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis gotong royong dan solidaritas.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing. Dengan demikian, Koperasi Annisa dapat semakin kokoh sebagai motor penggerak ekonomi warga Muslimat NU di Banyuwangi.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa organisasi perempuan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.
Editor : Lugas Rumpakaadi