RADARBANYUWANGI.ID – Ketegangan mendadak menyelimuti suasana menjelang Salat Magrib di sebuah masjid di wilayah selatan Banyuwangi. Seekor babi hutan tiba-tiba muncul dan masuk ke halaman tempat ibadah, memicu kepanikan warga yang hendak beribadah.
Peristiwa tak lazim itu terjadi di Masjid Baitul Muttakin, Dusun Purworejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu sore (29/4). Kehadiran satwa liar tersebut mengejutkan jamaah yang datang untuk menunaikan salat berjamaah.
Diduga kuat, babi hutan tersebut tersesat saat mencari sumber makanan dan air. Satwa itu diperkirakan berasal dari kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang lokasinya tidak terlalu jauh dari permukiman warga.
Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Iya benar, ada babi hutan masuk ke halaman masjid menjelang Magrib. Anggota kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi,” ujarnya, Kamis (30/4).
Menurutnya, posisi masjid memang berada di kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari hutan Perhutani dan kurang lebih 1 kilometer dari kawasan Alas Purwo.
Kondisi itu membuat potensi interaksi antara manusia dan satwa liar cukup tinggi, terlebih saat kondisi alam tidak mendukung.
“Diduga karena cuaca mulai kering dan sumber air berkurang, satwa liar turun ke permukiman untuk mencari makan dan minum,” jelas Sadimun.
Situasi sempat memanas ketika warga berupaya mengusir babi hutan tersebut. Mereka khawatir hewan liar itu masuk lebih jauh dan merusak area masjid.
Robert, salah satu warga setempat, mengatakan kejadian itu pertama kali diketahui oleh jamaah yang hendak masuk ke area masjid.
“Warga kaget karena tiba-tiba ada babi hutan di halaman masjid. Takut merusak, akhirnya diusir ramai-ramai,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Babi hutan itu akhirnya berhasil dihalau kembali menjauh dari area permukiman.
Meski demikian, kejadian ini menjadi alarm serius bagi warga dan aparat setempat. Potensi konflik antara manusia dan satwa liar dinilai semakin meningkat, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
Pihak kepolisian pun langsung memberikan imbauan kepada pengurus masjid dan warga sekitar agar lebih waspada. Salah satu langkah yang disarankan adalah memastikan pagar masjid selalu tertutup setelah kegiatan ibadah selesai.
“Hewan tidak tahu itu tempat ibadah atau bukan. Karena itu, penting untuk menutup akses agar tidak mudah dimasuki,” tegas Sadimun.
Fenomena satwa liar masuk ke permukiman memang bukan kali pertama terjadi di wilayah selatan Banyuwangi. Namun, masuknya hewan ke area tempat ibadah menjadi peristiwa yang cukup langka dan memicu perhatian serius.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus terus dijaga. Di satu sisi, kebutuhan satwa liar tetap harus diperhatikan. Di sisi lain, keselamatan warga juga menjadi prioritas utama.
Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang—bahkan dengan risiko yang lebih besar. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin