Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

36 Biksu Thailand Thudong Singgah di Candi Manggala Banyuwangi, Perjalanan Spiritual Menuju Borobudur

Zamrozi Wahyu • Jumat, 1 Mei 2026 | 03:00 WIB
BAKAL JADI JUJUKAN: Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Manggala di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kamis (30/4). Candi ini akan jadi jujukan sejumlah biksu asal Thailand. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
BAKAL JADI JUJUKAN: Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Manggala di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kamis (30/4). Candi ini akan jadi jujukan sejumlah biksu asal Thailand. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan spiritual lintas pulau para biksu thudong dari Thailand bakal menyapa Banyuwangi. Sebanyak 36 biksu dijadwalkan singgah di Candi Manggala, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, pada Senin (11/5), dalam rangkaian perjalanan menuju Candi Borobudur.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tradisi thudong—praktik perjalanan spiritual dengan berjalan kaki—yang dilakukan para biksu sebagai bentuk disiplin, meditasi, dan pengabdian menjelang perayaan Hari Raya Waisak.

Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo, memastikan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut rombongan tersebut. Koordinasi intensif dilakukan bersama tokoh umat Buddha setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Diperkirakan ada sekitar 36 biksu yang akan singgah. Mereka berjalan kaki, jadi kami harus menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk titik istirahat,” ujarnya.

Pemdes Yosomulyo menaruh perhatian khusus pada aspek kenyamanan dan keamanan selama para biksu berada di wilayahnya. Sejumlah skema penyambutan telah disusun, mulai dari penyediaan lokasi peristirahatan, pengaturan jalur perjalanan, hingga rekayasa lalu lintas di sekitar area yang akan dilalui rombongan.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga menggandeng tokoh agama Buddha untuk memastikan seluruh prosesi sesuai dengan kaidah keagamaan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Bhante Tejapunno yang memiliki pengalaman tinggal di Thailand.

“Kami ingin penyambutan ini berjalan khidmat. Karena itu, kami juga mempelajari kebutuhan teknis dan protokoler keagamaan para Bhante,” jelas Joko.

Sementara itu, pengelola Candi Manggala sekaligus tokoh umat Buddha, Romo Riono, membenarkan rencana kedatangan rombongan biksu thudong tersebut. Ia menyebut perjalanan ini merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Waisak.

“Mereka melakukan perjalanan antar pulau, dari Bali menuju Candi Borobudur. Banyuwangi menjadi salah satu titik singgah,” terangnya.

Tradisi thudong sendiri dikenal sebagai perjalanan panjang yang sarat makna spiritual. Para biksu berjalan kaki menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer, melatih ketahanan fisik sekaligus memperdalam praktik meditasi dan kesederhanaan hidup.

Singgahnya rombongan biksu Thailand di Candi Manggala tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga berpotensi menarik perhatian masyarakat luas. Kehadiran mereka diperkirakan akan menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi umat Buddha maupun masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung perjalanan spiritual tersebut.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Desa Yosomulyo berharap kunjungan ini berlangsung lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para biksu maupun masyarakat setempat.

Kehadiran para pejalan spiritual ini sekaligus menjadi simbol kuat harmoni lintas budaya dan agama, yang terus terjaga di Banyuwangi. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Yosomulyo Gambiran #biksu thudong Thailand #Candi Manggala Banyuwangi #Waisak 2026 #perjalanan spiritual Borobudur