RADARBANYUWANGI.ID - Minimnya hasil tangkapan ikan mendorong warga pesisir di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, beralih ke sumber penghasilan alternatif.
Kawasan Pelabuhan Satelit Muncar kini menjadi jujukan favorit pemburu kerang, terutama saat fenomena bulan purnama.
Dalam kondisi tertentu, hasil berburu kerang bahkan terbilang menggiurkan. Setiap orang bisa membawa pulang antara 3 hingga 7 kilogram (kg) kerang dalam sekali berburu.
Momentum terbaik terjadi saat fase bulan purnama atau tanggal 11 hingga 15 kalender Hijriah. Pada periode ini, air laut surut drastis hingga sekitar 50 meter dari bibir pantai. Dampaknya, hamparan area pencarian kerang menjadi jauh lebih luas.
Anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pelabuhan Satelit, Miswan, mengungkapkan aktivitas berburu kerang berlangsung hampir setiap hari. Namun intensitasnya meningkat tajam saat musim padangan—sebutan lokal untuk fase bulan purnama.
“Kalau hari normal, biasanya masyarakat berburu di pinggiran saja. Namun saat padangan, area mencari kerang bisa sampai 50 meter dari bibir pantai,” ujarnya.
Jenis kerang yang paling banyak diburu adalah kerang hijau dan kerang manis. Selain mudah ditemukan, kedua jenis ini juga memiliki nilai jual yang cukup stabil di pasaran.
Harga kerang hijau saat ini mencapai sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Sementara kerang manis berada di kisaran Rp 17 ribu per kilogram. Dengan hasil tangkapan rata-rata hingga 7 kg, aktivitas ini menjadi sumber pendapatan yang cukup menjanjikan bagi warga.
“Kalau dapat kerang hijau lumayan. Dalam sekali berburu bisa dapat beberapa kilo,” tambah Miswan.
Fenomena ini tidak hanya menarik minat warga lokal. Saat musim padangan, pemburu kerang juga berdatangan dari wilayah sekitar seperti Kecamatan Srono dan Kecamatan Blimbingsari.
Menariknya, meskipun setiap hari diambil, populasi kerang di kawasan tersebut seolah tidak pernah habis. Dalam waktu singkat, kerang kembali bermunculan di lokasi yang sama.
“Ketika sore diburu warga, besoknya saat air surut kerang sudah banyak lagi,” jelasnya.
Bagi masyarakat pesisir Muncar, kondisi ini menjadi berkah tersendiri. Saat hasil tangkapan ikan menurun, kerang menjadi solusi cepat untuk menjaga dapur tetap mengepul.
“Kalau ikan sulit, kerang bisa jadi solusi,” tutup Miswan. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin