Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Bumi 2026, PKK Situbondo Gerakkan Tanam 20.000 Pohon: Warga Diminta Mulai dari Halaman Rumah

Ali Sodiqin • Kamis, 30 April 2026 | 13:00 WIB
PKK Situbondo tanam 20.000 pohon di Hari Bumi 2026. Warga diajak mulai penghijauan dari rumah untuk cegah banjir dan jaga lingkungan. (situbondokab.go.id)
PKK Situbondo tanam 20.000 pohon di Hari Bumi 2026. Warga diajak mulai penghijauan dari rumah untuk cegah banjir dan jaga lingkungan. (situbondokab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Peringatan Hari Bumi 2026 di Kabupaten Situbondo tak berhenti pada seremoni. Tim Penggerak PKK setempat mendorong gerakan nyata dengan menanam 20.000 bibit pohon sekaligus mengajak warga memulai penghijauan dari halaman rumah masing-masing.

Aksi kolosal itu dipusatkan di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Rabu (22/4/2026). Namun, gaung gerakan ini diperluas hingga ke tingkat rumah tangga sebagai strategi membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili atau yang akrab disapa Mbak Una, menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

“Tidak hanya di lokasi ini, kami juga mengarahkan masyarakat untuk menanam di sekitar rumah dan lingkungannya masing-masing,” ujarnya, dikutip dari situbondokab.go.id.

Tak Sekadar Seremonial

Menurut Husna, peringatan Hari Bumi harus menjadi momentum perubahan perilaku, bukan sekadar agenda tahunan tanpa dampak berkelanjutan.

Ia menilai, gerakan penghijauan berbasis keluarga menjadi kunci agar kesadaran lingkungan tumbuh dari akar rumput.

“Kalau hanya seremoni, dampaknya tidak akan terasa. Tapi kalau sudah jadi kebiasaan di rumah, ini akan berkelanjutan,” tegasnya.

Fokus Wilayah Rawan Banjir

Aksi penanaman pohon tahun ini difokuskan pada kawasan rawan banjir di Situbondo. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.

“Ini puncak kegiatan Hari Bumi. Kita tanam bersama, terutama di daerah yang rawan banjir,” katanya.

Dengan penanaman pohon secara masif, diharapkan daya serap tanah meningkat sehingga mampu mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.

Libatkan Semua Elemen

Gerakan ini tidak hanya melibatkan kader PKK, tetapi juga berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi lokal hingga warga desa.

Seluruh jaringan PKK, dari tingkat kabupaten hingga desa, dikerahkan untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak wilayah.

“PKK ikut menyumbang banyak bibit. Semua kader, dari kabupaten sampai desa, turun langsung,” ujar Husna.

Kelanjutan Semangat Kartini

Menariknya, gerakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang sebelumnya mengangkat tema Kartini Masa Kini Menyelamatkan Bumi.

Melalui momentum ini, PKK ingin menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, dimulai dari keluarga.

Penghijauan Dimulai dari Rumah

PKK Situbondo berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan massal, tetapi berkembang menjadi gerakan mandiri di tingkat rumah tangga.

Setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitar sebagai kontribusi nyata terhadap keberlanjutan bumi.

“Harapannya, gerakan menanam ini tumbuh dari rumah. Kalau semua bergerak, dampaknya akan sangat besar,” tandas Husna.

Dengan pendekatan berbasis komunitas dan keluarga, Situbondo menegaskan komitmennya menjadikan Hari Bumi sebagai titik awal perubahan nyata—dari halaman rumah menuju kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Hari Bumi 2026 #PKK Situbondo #penghijauan rumah #cegah banjir Situbondo #penanaman pohon