Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Sungailembu Banyuwangi Segera Dilelang, Proyek Strategis Daerah Dikebut Usai Audit Rampung

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 30 April 2026 | 02:00 WIB
TINJAU LAPANGAN: Bupati Ipuk Fiestiandani saat meninjau jembatan darurat Sungailembu usai diterjang banjir pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)
TINJAU LAPANGAN: Bupati Ipuk Fiestiandani saat meninjau jembatan darurat Sungailembu usai diterjang banjir pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pembangunan Jembatan Sungailembu di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya memasuki fase krusial. Setelah sempat mandek akibat proses audit, proyek yang menjadi urat nadi ekonomi warga itu kini siap dilelang dalam waktu dekat.

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama hampir setahun terakhir harus bergantung pada jembatan darurat pasca-amblasnya jembatan utama akibat banjir besar pada 2025 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi, Cahyanto, memastikan proses lelang akan dimulai pekan ini atau paling lambat pekan depan, setelah tahapan review dinyatakan rampung.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas proses yang cukup panjang. Kami memahami betapa vitalnya jembatan ini bagi aktivitas warga, terutama akses ekonomi,” ujarnya.

Masuk Proyek Strategis, Wajib Lewati Audit Ketat

Jembatan Sungailembu bukan proyek biasa. Infrastruktur ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD), sehingga seluruh tahapan harus melalui pengawasan ketat, termasuk audit oleh Inspektorat.

Cahyanto menjelaskan, proses review mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari perencanaan teknis, kesesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga manfaat proyek bagi masyarakat.

“Review ini penting untuk memastikan semua sesuai prosedur. Apalagi ada dinamika seperti kenaikan harga BBM yang berdampak pada biaya konstruksi, sehingga perlu penyesuaian RAB,” jelasnya.

Setelah audit selesai, dokumen kini segera diserahkan ke bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk memulai proses tender.

Target Pemenang Tender Dua Pekan

Jika proses berjalan tanpa hambatan, penetapan pemenang lelang diperkirakan bisa dilakukan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan. Artinya, proyek fisik berpotensi segera dimulai dalam waktu dekat.

Pemkab Banyuwangi menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan dan mengacu pada rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna menjamin integritas dan kualitas hasil pekerjaan.

Spesifikasi Jembatan: Lebar 6 Meter, Fondasi Tiang Pancang

Jembatan baru yang akan dibangun dirancang lebih kokoh untuk menghadapi risiko bencana di masa depan. Infrastruktur ini memiliki lebar 6 meter dengan bentang sekitar 14 meter.

Konstruksi akan menggunakan fondasi tiang pancang, sementara bagian lantai (abutment) dibuat dari beton untuk meningkatkan daya tahan terhadap arus sungai yang deras.

Desain tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan lama, di mana jembatan sebelumnya tidak mampu bertahan saat diterjang banjir besar.

Dari Jembatan Amblas ke Akses Darurat

Seperti diketahui, Jembatan Sungailembu amblas setelah diterjang banjir besar pada 15 Juli 2025. Kejadian itu sempat melumpuhkan akses utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi warga di tiga desa.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Banyuwangi membangun jembatan darurat untuk roda dua yang selesai pada 18 Juli 2025. Selanjutnya, dibangun jembatan baja sistem knock down agar kendaraan roda empat tetap bisa melintas.

Meski membantu, keberadaan jembatan darurat hanya bersifat sementara dan memiliki keterbatasan kapasitas.

Akses Ekonomi Jadi Taruhan

Bagi warga Pesanggaran, Jembatan Sungailembu bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalur vital distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga mobilitas harian.

Karena itu, percepatan pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak. Keterlambatan proyek bukan hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan dimulainya proses lelang, harapan warga kini kembali terbuka. Jika seluruh tahapan berjalan mulus, pembangunan fisik bisa segera dimulai dan akses utama warga kembali normal.

Di tengah upaya pemulihan pascabencana, proyek ini menjadi simbol penting kehadiran pemerintah dalam menjamin konektivitas dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesanggaran Banyuwangi #Jembatan Sungailembu #proyek Banyuwangi 2026 #lelang proyek jembatan #infrastruktur Banyuwangi