RADARBANYUWANGI.ID – Mengantisipasi potensi aksi demonstrasi hingga kerusuhan, jajaran kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan. Polresta Banyuwangi menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) secara intensif dengan skenario situasi riil di lapangan.
Latihan yang digelar di lapangan Polresta Banyuwangi, Senin (28/4), diikuti puluhan personel. Mereka ditempa dengan berbagai materi taktis mulai dari formasi Dalmas, penggunaan peralatan, hingga simulasi menghadapi massa dalam berbagai situasi.
Tak sekadar latihan fisik, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani aksi massa.
Simulasi Demo hingga Situasi Darurat
Dalam sesi latihan, personel Dalmas menjalani simulasi menghadapi demonstrasi, kerusuhan, hingga kondisi darurat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Setiap anggota dilatih untuk memahami pola pergerakan massa, teknik bertahan, hingga cara membubarkan aksi secara terukur dan sesuai prosedur.
Selain itu, penggunaan perlengkapan Dalmas seperti tameng, tongkat, hingga formasi barikade menjadi bagian penting dari pelatihan.
“Personel juga dibekali strategi komunikasi efektif dalam situasi krisis, agar pendekatan yang dilakukan tidak selalu represif, tetapi tetap humanis,” ujar Kasat Samapta Polresta Banyuwangi, Kompol Suhartanto.
Asah Respons Cepat dan Profesional
Menurut Suhartanto, latihan ini bertujuan mengasah kemampuan anggota agar mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional saat menghadapi situasi di lapangan.
“Kegiatan ini untuk memastikan kesiapan personel dalam pelaksanaan tugas secara profesional,” tegasnya.
Latihan Dalmas sendiri merupakan agenda rutin yang telah terjadwal di lingkungan kepolisian. Program ini dirancang untuk menjaga standar kemampuan personel tetap optimal.
Fokus pada Kesiapan SDM
Selain aspek teknis, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Setiap personel dituntut mampu membaca situasi, mengambil keputusan cepat, serta mengedepankan pendekatan persuasif.
“Hal ini untuk meningkatkan kesiapan anggota dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan,” jelas Suhartanto.
Ia menegaskan, kesigapan pasukan Dalmas menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama saat terjadi dinamika sosial di masyarakat.
Humanis Jadi Kunci
Pendekatan humanis menjadi penekanan penting dalam latihan kali ini. Polisi tidak hanya dilatih untuk mengendalikan massa, tetapi juga membangun komunikasi yang efektif guna meredam potensi konflik.
Dengan latihan yang masif dan terstruktur, diharapkan setiap personel mampu bertindak proporsional, tidak berlebihan, namun tetap tegas sesuai aturan hukum.
“Kesigapan dan kesiapan pasukan Dalmas adalah kunci untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” pungkasnya.
Melalui latihan ini, Polresta Banyuwangi memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika masyarakat. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin