Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dupa Tertiup Angin Picu Kebakaran 3,5 Hektare di Singojuruh Banyuwangi, Api Cepat Menjalar di Lahan Kosong

Zamrozi Wahyu • Rabu, 29 April 2026 | 04:00 WIB
HANGUS: Petugas Damkarmat memadamkan api di lahan kosong di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Minggu (26/4). (Damkarmat Banyuwangi)
HANGUS: Petugas Damkarmat memadamkan api di lahan kosong di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Minggu (26/4). (Damkarmat Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran hebat melanda lahan kosong seluas 3,5 hektare di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu sore (26/4).

Api diduga berasal dari pembakaran dupa dan kertas untuk ritual selamatan yang kemudian tertiup angin kencang hingga cepat menjalar.

Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menghanguskan area lahan yang cukup luas. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Muamar Kadavi, menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari aktivitas ritual yang dilakukan di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, Yonson, 42, bersama rekannya Anjasari saat itu tengah membakar dupa dan kertas sebagai bagian dari selamatan persiapan pembangunan cold storage.

“Api dari dupa dan kertas tersebut tertiup angin cukup kencang. Kondisi cuaca panas membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke area sekitar,” jelas Kadavi.

Menyadari api mulai tak terkendali, Yonson sempat berupaya memadamkan kobaran menggunakan alat seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api terus meluas.

Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Laporan kejadian diterima Damkarmat Banyuwangi sekitar pukul 14.51 WIB dari warga bernama Sugito. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu Brama 2 bersama personel dari Sektor Srono langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Petugas tiba di lokasi pukul 15.22 WIB dan langsung melakukan pemadaman bersama warga serta dibantu anggota TNI dan Polri,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup cepat meski api sempat meluas. Dalam waktu sekitar 30 menit, kobaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.

Kadavi menegaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api terbuka yang tidak terkendali, diperparah oleh kondisi angin dan suhu udara yang panas.

“Dupa dan kertas yang terbakar tertiup angin, lalu menjalar ke lahan kering di sekitarnya hingga memicu kebakaran lebih luas,” terangnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api terbuka, terutama di area terbuka yang mudah terbakar.

Selain faktor angin, kondisi lahan kering saat musim kemarau atau peralihan juga sangat rentan memicu kebakaran dengan cepat.

Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta menghindari pembakaran di area terbuka tanpa pengawasan.

Kejadian ini juga menegaskan pentingnya respons cepat antara warga dan petugas dalam menangani kebakaran, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran lahan ini diperkirakan cukup besar, mengingat luas area yang terdampak mencapai 3,5 hektare. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kebakaran lahan Banyuwangi #dupa picu kebakaran #Damkarmat Banyuwangi #Lahan Terbakar #singojuruh