RADARBANYUWANGI.ID – Setelah sempat memicu kemacetan panjang, kabar baik datang dari jalur nasional kawasan Gunung Gumitir. Perbaikan titik longsor di kilometer (KM) 238 ruas penghubung utama Banyuwangi–Jember kini memasuki tahap akhir. Arus lalu lintas pun dipastikan segera kembali normal.
Proyek perbaikan yang berada di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, hampir sepenuhnya rampung. Pantauan di lokasi, Senin (28/4), menunjukkan pekerjaan fisik utama telah selesai, termasuk pembangunan plengsengan di sisi kiri jalan dari arah Banyuwangi.
Material proyek seperti pasir dan batu yang sebelumnya menumpuk di badan jalan juga telah dibersihkan, sehingga akses kendaraan mulai lebih leluasa meski belum dibuka penuh dua arah.
Penilik Jalan Nasional III di kawasan tersebut, Arbani, memastikan bahwa progres pembangunan tinggal menyisakan pekerjaan minor di tahap akhir.
“Pengerjaan sudah hampir selesai. Tinggal sedikit finishing, mungkin satu sampai dua hari ke depan sudah tuntas,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyempurnaan bagian sempadan jalan dan pemadatan struktur yang sebelumnya terdampak longsor.
“Fondasi yang longsor sudah diperbaiki. Sekarang tinggal pemadatan dan finishing di sempadan jalan,” jelasnya.
Sinyal serupa juga disampaikan aparat kepolisian. Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto, menyebut pembukaan arus lalu lintas secara normal tinggal menunggu penyelesaian pekerjaan terakhir di lokasi proyek.
“Kalau sudah selesai sepenuhnya, arus lalu lintas akan dibuka normal. Perkiraan dua hari lagi sudah bisa open traffic seperti biasa,” katanya.
Selama proses perbaikan berlangsung dalam dua pekan terakhir, jalur Gumitir menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Penyempitan badan jalan di area proyek, ditambah kondisi tikungan tajam di kedua sisi, membuat antrean kendaraan kerap mengular.
“Jalannya sempit dan banyak tikungan, jadi cukup sering terjadi kemacetan di lokasi tersebut,” tambah Aries.
Seperti diketahui, gangguan di jalur Gumitir bermula dari peristiwa longsor yang terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua titik tebing di ruas jalan nasional itu dilaporkan ambrol dan menutup sebagian badan jalan.
Lokasi terdampak berada di KM 238+700 dan KM 237+200, tepatnya sebelum dan sesudah patung Gandrung di wilayah Dusun Barurejo. Material longsoran berupa tanah dan batu sempat menghambat arus kendaraan dari kedua arah.
Sejak saat itu, rekayasa lalu lintas diberlakukan dengan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan total sekaligus memberi ruang bagi proses perbaikan.
Dengan hampir rampungnya proyek ini, diharapkan mobilitas kendaraan di jalur vital penghubung Banyuwangi–Jember kembali lancar. Jalur Gumitir sendiri merupakan akses utama distribusi logistik dan perjalanan antarkota di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Meski demikian, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati, terutama saat melintas di kawasan perbukitan yang rawan longsor, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Normalisasi jalur Gumitir menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku transportasi yang selama ini terdampak kemacetan panjang akibat penyempitan jalan di titik longsor tersebut. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin