Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sumber Gedor Disiapkan Jadi Laboratorium Edukasi Air Bersih, Siswa TK-SD Belajar Langsung di Alam

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 28 April 2026 | 05:18 WIB
BAHAS SUMBER AIR: Direktur Utama PUDAM Abd Rahman (kanan) berbincang santai dengan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi di lantai dasar gedung Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (27/4). (Toha/Radar Banyuwangi)
BAHAS SUMBER AIR: Direktur Utama PUDAM Abd Rahman (kanan) berbincang santai dengan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi di lantai dasar gedung Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (27/4). (Toha/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sumber air legendaris Gedor di Banyuwangi tak lagi sekadar menjadi pemasok air bersih. Pemerintah daerah melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi menyiapkannya sebagai pusat edukasi lingkungan bagi anak-anak sejak dini.

Program ini akan mengajak siswa tingkat TK dan SD belajar langsung tentang air bersih, sejarah sumber air, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan sumber Gedor yang berada di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Edukasi Air Bersih Masuk Sekolah, Belajar Langsung dari Sumbernya

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abd Rahman, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

“Anak-anak akan diajak langsung ke sumber air. Mereka belajar bagaimana air bersih itu dijaga, bukan hanya digunakan,” ujarnya usai berdiskusi dengan jajaran Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Dalam kunjungan tersebut, PUDAM bersama media merancang konsep edukasi yang interaktif dan aplikatif. Anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat langsung sumber air alami yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat perkotaan Banyuwangi.

Warisan Sejarah Sejak Era Kolonial

Sumber Gedor bukan sekadar fasilitas air, tetapi juga memiliki nilai historis tinggi. Infrastruktur sumber air ini dibangun pada era kolonial Belanda sekitar tahun 1925 dan hingga kini masih berfungsi optimal.

Air dari sumber Gedor dialirkan ke bak pelepas tekan di Desa Boyolangu, lalu ditampung di Tandon Penataban sebelum didistribusikan ke pelanggan di wilayah perkotaan Banyuwangi.

Menariknya, meski hampir berusia satu abad, kualitas air tetap terjaga berkat kondisi lingkungan yang masih asri dan perawatan rutin dari PUDAM.

Anak-Anak Diajarkan Jaga Lingkungan

Dalam program edukasi ini, siswa tidak hanya dikenalkan sejarah, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga vegetasi di sekitar sumber air.

Pepohonan yang tumbuh di kawasan tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan air. Karena itu, siswa akan diajak memahami hubungan antara lingkungan dan ketersediaan air bersih.

“Kalau lingkungannya rusak, sumber air juga akan terganggu. Ini yang ingin kita tanamkan sejak dini,” jelas Rahman.

Libatkan Banyak Instansi

Program edukasi ini tidak hanya melibatkan PUDAM, tetapi juga lintas instansi. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi.

Setiap instansi akan memberikan materi sesuai bidangnya, mulai dari kesehatan air, pengelolaan lingkungan, hingga manfaat air bersih bagi kehidupan masyarakat.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa.

Media Dukung Edukasi Lingkungan

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, edukasi tentang sumber air Gedor penting karena belum banyak generasi muda yang mengetahui sejarah dan perannya.

“Sumber Gedor ini aset luar biasa yang tidak dimiliki daerah lain. Harus dikenalkan sejak dini agar generasi muda ikut menjaga,” tegasnya.

Potensi Jadi Wisata Edukasi Unggulan

Dengan konsep pembelajaran langsung di alam, sumber Gedor berpotensi berkembang menjadi wisata edukasi unggulan di Banyuwangi.

Selain memberikan pengalaman belajar yang berbeda, program ini juga dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya air.

Investasi Kesadaran untuk Masa Depan

Di tengah tantangan krisis air bersih yang mulai dirasakan di berbagai daerah, langkah Banyuwangi menjadikan sumber air sebagai sarana edukasi dinilai strategis.

Menanamkan kesadaran sejak dini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Dengan program ini, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna air, tetapi juga penjaga keberlangsungan sumber kehidupan tersebut. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Sumber Gedor Banyuwangi #edukasi air bersih #wisata edukasi siswa #sejarah sumber air #PUDAM Banyuwangi