Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Gus Fawait Bantah Jember Tertinggal dari Banyuwangi, Bongkar Data IPM hingga Ekonomi

Ali Sodiqin • Senin, 27 April 2026 | 18:00 WIB
Gus Fawait bantah Jember tertinggal dari Banyuwangi. Paparkan data IPM, ekonomi, hingga infrastruktur dalam diskusi terbuka Wadul Guse. (ppid.jemberkab.go.id)
Gus Fawait bantah Jember tertinggal dari Banyuwangi. Paparkan data IPM, ekonomi, hingga infrastruktur dalam diskusi terbuka Wadul Guse. (ppid.jemberkab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Isu klasik yang menyebut Kabupaten Jember kalah dari Banyuwangi akhirnya dijawab terbuka oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dalam forum publik yang disiarkan langsung, ia membantah anggapan tersebut sembari membeberkan data dan capaian pembangunan terbaru.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi “Gus Bupati Menjawab #2” yang tayang di kanal Wadul Guse, Minggu (6/4/2026). Episode bertajuk “Dibilang Kalah dari Banyuwangi. Benarkah Jember Tertinggal?” itu menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menguji klaim sekaligus mendengar langsung arah kebijakan pemerintah daerah.

“Jember tidak tertinggal. Banyak fakta yang belum diketahui masyarakat. Kami terbuka dikritik demi kemajuan,” tegas Fawait dalam diskusi yang berlangsung hampir dua jam tersebut, seperti dilansir dari laman ppid.jemberkab.go.id.

IPM Naik, Tren Positif Terjaga

Salah satu indikator utama yang disorot adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dipaparkan dalam forum, IPM Jember tahun 2025 mencapai 71,57 atau naik 0,64 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski angka tersebut masih berada di bawah Kabupaten Banyuwangi yang mencatat sekitar 75,17, Fawait menekankan bahwa tren peningkatan Jember berlangsung konsisten.

“Yang penting bukan sekadar angka saat ini, tapi arah pergerakan. Pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat Jember terus membaik,” ujarnya.

Genjot Ekonomi: Pertanian, UMKM, hingga Pariwisata

Di sektor ekonomi, Pemkab Jember disebut tengah mendorong akselerasi pada sektor-sektor unggulan. Pertanian tetap menjadi tulang punggung, disusul penguatan UMKM dan pengembangan pariwisata.

Para narasumber dalam diskusi juga menilai Jember memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan di Jawa Timur. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimaksimalkan dan masih terbuka lebar untuk didorong lebih agresif.

Selain itu, pemerintah daerah mengklaim terus menekan angka pengangguran melalui program penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Infrastruktur Dikebut, Konektivitas Jadi Prioritas

Di bidang infrastruktur, Pemkab Jember memaparkan sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan. Pembangunan jalan, jaringan irigasi, serta fasilitas publik menjadi fokus utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Fawait menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Konektivitas adalah fondasi. Kalau akses lancar, ekonomi ikut bergerak,” katanya.

BUMD dan Tata Kelola Disorot

Tak hanya capaian, forum tersebut juga mengupas kritik publik, termasuk polemik pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fawait mengakui masih ada pekerjaan rumah dalam tata kelola, namun memastikan langkah pembenahan terus dilakukan.

Menurutnya, reformasi BUMD diarahkan pada profesionalisme dan transparansi agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Forum Terbuka, Warga Bisa Bertanya Langsung

Diskusi “Gus Bupati Menjawab” menjadi kanal komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Warga dapat mengajukan pertanyaan secara langsung melalui platform YouTube, menjadikan forum ini sebagai ruang partisipatif yang relatif jarang dilakukan kepala daerah.

Fawait berharap model komunikasi terbuka ini mampu meredam misinformasi sekaligus membangun kepercayaan publik.

“Kami tidak menutup mata terhadap kekurangan. Tapi masyarakat juga perlu melihat progres yang sudah dicapai,” tegasnya.

Narasi Tertinggal vs Realita Data

Perbandingan antara Jember dan Banyuwangi selama ini kerap muncul di ruang publik, terutama terkait pariwisata dan investasi. Namun, melalui forum ini, Pemkab Jember mencoba menggeser narasi dari sekadar persepsi menjadi berbasis data.

Dengan tren IPM yang meningkat, penguatan sektor ekonomi, serta percepatan infrastruktur, pemerintah optimistis Jember mampu mengejar bahkan melampaui capaian daerah lain.

Ke depan, Pemkab Jember menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja lintas sektor demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Jember vs Banyuwangi #IPM Jember 2025 #pembangunan Jember #Wadul Guse #Gus Fawait