RADARBANYUWANGI.ID – Momentum konsolidasi besar terjadi di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi. Sebanyak 11 komisariat sepakat menjadikan persatuan organisasi sebagai prioritas utama dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) 2026 yang digelar di Ruang Rapat DPRD Banyuwangi, Sabtu (25/4).
Kesepakatan ini menjadi titik balik setelah sebelumnya GMNI Banyuwangi sempat mengalami dualisme kepengurusan. Dalam forum tersebut, seluruh komisariat akhirnya hadir dan menyatukan langkah untuk memperkuat organisasi.
Akhiri Dualisme, Bangun Soliditas
Sebelumnya, GMNI Banyuwangi terbelah dalam dua kepemimpinan. Lima komisariat berada di bawah kepemimpinan Rino Bakhtiar, sementara enam komisariat lainnya berada di bawah Riyan Bachtiar.
Namun dalam Rapimcab, enam komisariat yang sebelumnya berada di kubu Riyan memilih hadir dan bergabung dalam forum. Kehadiran penuh ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi internal organisasi.
Forum pun menghasilkan kesepakatan bulat untuk mendorong persatuan sebagai langkah strategis memperkuat konsolidasi.
Forum Strategis Arah Gerak Organisasi
Ketua panitia Rapimcab, Vingky Dwi Putra, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan perspektif kader.
“Rapimcab ini menjadi ruang untuk menyatukan pandangan dan memperkuat arah gerak organisasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Rino Bakhtiar. Ia memastikan hasil Rapimcab akan segera ditindaklanjuti sebagai dasar kebijakan organisasi ke depan.
“Amanat persatuan akan segera kami tindak lanjuti karena merupakan rekomendasi dari seluruh komisariat,” tegasnya.
Dibuka Talk Show Geopolitik
Kegiatan Rapimcab diawali dengan opening ceremony berupa talk show bertema geopolitik dan geoekonomi. Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuwangi, Arvy Rizaldy, serta alumni GMNI, Adnan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga ruang penguatan wawasan kader terhadap dinamika global dan dampaknya di tingkat lokal.
Fokus Kaderisasi dan Evaluasi Program
Selain isu persatuan, Rapimcab juga membahas evaluasi program kerja cabang. Penguatan kaderisasi menjadi salah satu sorotan utama agar berjalan seiring dengan proses konsolidasi organisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kader GMNI Banyuwangi.
Menuju Organisasi Lebih Solid
Hasil Rapimcab 2026 akan menjadi dasar penyusunan langkah strategis GMNI Banyuwangi secara menyeluruh dan terarah.
Dengan berakhirnya dualisme kepemimpinan, GMNI Banyuwangi diharapkan tampil lebih solid, adaptif, dan tetap relevan dalam merespons dinamika sosial-politik di daerah.
Persatuan yang terbangun dalam forum ini menjadi fondasi penting bagi organisasi untuk melangkah lebih kuat ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin