RADARBANYUWANGI.ID — Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Wongsorejo yang digelar pada Sabtu (25/4/2026) di Pondok Pesantren Al-Falah Wongsorejo berlangsung lancar dan kondusif.
Meski sempat diwarnai persaingan ketat dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah, seluruh rangkaian sidang berjalan tertib hingga menghasilkan kepemimpinan baru masa khidmat 2026–2031.
Dalam proses pemilihan Rais Syuriah, sidang diawali dengan tabulasi Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang diusulkan oleh 22 ranting.
Dari penjaringan awal sebanyak 14 nama, mengerucut menjadi lima besar dengan perolehan suara: Ustadz Nawawi (20), Ustadz Munir (12), Ustadz Sholihin (11), Ustadz Syarif (11), dan KH. Ishak Mawardi (11).
Melalui musyawarah yang dipimpin Katib Syuriah PCNU Banyuwangi, Kiai Qosim, forum Ahwa secara bulat menetapkan Ustadz Sholihin sebagai Rais Syuriah MWC NU Wongsorejo.
Sementara itu, pemilihan Ketua Tanfidziyah diikuti tiga bakal calon, yakni Ustadz Syaifullah (8 suara), H. Hasan Bashori (12 suara), dan Ustadz Sanusi (1 suara), dengan satu suara dinyatakan tidak sah.
Berdasarkan tata tertib konferensi, calon yang berhak maju ke tahap berikutnya adalah yang memperoleh minimal tujuh suara.
Pada putaran selanjutnya, H. Hasan Bashori unggul dengan 13 suara, mengungguli Ustadz Syaifullah yang memperoleh 9 suara.
Dengan demikian, H. Hasan Bashori resmi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Wongsorejo.
Konferensi ini dibuka langsung oleh Rais Syuriah PCNU Banyuwangi, KH. Fahruddin Manan.
Dalam sambutannya, Kiai Manan mendoakan agar seluruh rangkaian konferensi berjalan aman, damai, dan penuh keberkahan.
Sebanyak 22 pengurus ranting yang hadir menyambut antusias hasil konferensi tersebut.
Mereka berharap kepengurusan baru segera menyusun struktur organisasi dan bergerak bersama mewujudkan jam’iyah yang semakin solid dan ideal di tengah masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi