Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perbaikan Longsor Gumitir Banyuwangi-Jember Hampir Tuntas, Finishing Sempadan Dikebut, Buka-Tutup Lalin Masih Berlaku

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 25 April 2026 | 16:00 WIB
NYARIS RAMPUNG: Perbaikan area longsor di Gunung Gumitir, tepatnya di wilayah Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, memasuki babak akhir Kamis (23/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
NYARIS RAMPUNG: Perbaikan area longsor di Gunung Gumitir, tepatnya di wilayah Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, memasuki babak akhir Kamis (23/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Proyek penanganan longsor di kawasan Gunung Gumitir, jalur vital penghubung Banyuwangi–Jember, memasuki tahap akhir. Setelah pekerjaan berat selesai, kini proses difokuskan pada penataan sempadan jalan.

Perbaikan yang berlangsung di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru itu menunjukkan progres signifikan. Aktivitas alat berat berupa ekskavator yang sebelumnya digunakan untuk memindahkan material longsoran kini sudah dihentikan.

Penilik Jalan Nasional III wilayah setempat, Arbani, memastikan pekerjaan utama telah rampung.

“Pemindahan pasir dan batu sudah selesai. Sekarang masuk tahap akhir, ekskavator sudah tidak digunakan,” ujarnya, Kamis (23/4).


Fokus Finishing Sempadan Jalan

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap finishing, khususnya penataan sempadan jalan agar lebih rapi dan aman dilalui kendaraan.

Menurut Arbani, fondasi jalan yang sempat terdampak longsor hampir sepenuhnya tertangani. Namun, bagian tepi jalan masih perlu pembenahan agar tidak berpotensi menimbulkan gangguan di kemudian hari.

“Fondasi sudah hampir selesai, tinggal merapikan sempadan supaya tidak semrawut,” jelasnya.

Proyek di titik kilometer 238 tersebut menjadi prioritas karena merupakan jalur nasional dengan intensitas lalu lintas tinggi, terutama kendaraan logistik dan antar kota.


Buka-Tutup Lalin Masih Diterapkan

Meski progres hampir selesai, sistem buka-tutup arus lalu lintas masih diberlakukan. Hal ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan.

Arbani menyebut, kondisi lokasi yang masih dipenuhi pekerja membuat jalur belum memungkinkan untuk dibuka normal.

“Kalau dipaksakan open traffic masih berbahaya. Kita tunggu sampai benar-benar selesai,” tegasnya.

Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aries Prasetyanto, menambahkan bahwa pengawasan di lapangan juga diperketat, terutama pada malam hari.

“Setiap malam anggota berjaga karena kemacetan sering terjadi di lokasi,” ujarnya.


Minim Penerangan, Rawan Kecelakaan

Selain kepadatan lalu lintas, faktor lain yang menjadi perhatian adalah minimnya penerangan di area proyek. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari.

Meski telah dipasang lampu penerangan, intensitas cahaya dianggap belum mencukupi.

“Penerangannya masih kurang, jadi cukup berbahaya bagi pengendara,” ungkap Aries.


Jalur Vital Segera Normal

Dengan progres yang sudah mendekati rampung, diharapkan jalur Gumitir segera bisa kembali beroperasi normal tanpa sistem buka-tutup.

Jalur ini merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Banyuwangi dengan wilayah barat Jawa Timur, termasuk Jember dan sekitarnya.

Penyelesaian proyek ini menjadi krusial, tidak hanya untuk kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekonomi lintas daerah.

Pemerintah dan aparat terkait pun terus berupaya mempercepat penyelesaian, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#longsor Gumitir #jalur Banyuwangi Jember #perbaikan jalan nasional #buka tutup lalin #kalibaru banyuwangi