RADARBANYUWANGI.ID – Nasib nelayan di kawasan Pulau Santen kian terhimpit. Sudah berbulan-bulan sejak Ramadan, hasil tangkapan ikan terus menurun. Cuaca buruk dengan angin kencang dalam beberapa hari terakhir makin memperparah kondisi di lapangan.
Mayoritas nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan. Sementara sebagian kecil tetap bertahan mencari ikan di perairan sekitar Selat Bali, meski hasilnya jauh dari harapan.
Salah satu nelayan, Salani, mengungkapkan bahwa pada Selasa (21/4) hingga Rabu (22/4), aktivitas melaut hampir lumpuh total.
Baca Juga: Purbaya Kaget Wacana PPN Jalan Tol di Renstra DJP, Menkeu: Saya Belum Tahu, Akan Saya Cek
“Waktu itu angin kencang, jadi berbahaya. Banyak yang memilih tidak melaut, meski ada beberapa yang tetap berangkat,” ujarnya.
Fenomena angin kencang memang menjadi pertimbangan utama nelayan dalam menentukan aktivitas. Namun, bagi sebagian nelayan lokal yang beroperasi di sekitar bibir pantai, dampaknya tidak terlalu ekstrem.
Nelayan lainnya, Mujiono, menjelaskan bahwa sebagian besar nelayan di Pulau Santen tidak melaut hingga ke tengah laut.
“Kami biasanya cari ikan di pinggir, jadi tidak terlalu terdampak angin kencang seperti nelayan laut lepas,” katanya.
Meski demikian, kondisi cuaca bukan satu-satunya persoalan. Menurut Mujiono, hasil tangkapan ikan sudah mengalami penurunan signifikan sejak Ramadan lalu—bahkan saat kondisi cuaca mulai membaik.
Baca Juga: TransNusa Buka Rute Jakarta–Lombok, Persaingan Maskapai Memanas di BIZAM
“Sekarang angin sudah reda, tapi hasil tangkapan tetap sepi. Kadang ada yang pulang tanpa dapat ikan sama sekali,” akunya.
Bertahan di Tengah Ketidakpastian
Situasi ini membuat pendapatan nelayan menurun drastis. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, sebagian nelayan tetap memilih melaut.
Bagi mereka, berhenti bukan pilihan. Laut tetap menjadi satu-satunya sumber penghidupan.
“Kalau hari ini tidak dapat, besok coba lagi. Yang penting tetap usaha,” ujar Salani.
Baca Juga: Fabio Di Giannantonio Tercepat di FP1 MotoGP Spanyol 2026, Dominasi Italia Warnai Jerez
Kondisi ini menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi nelayan kecil. Tidak hanya bergantung pada cuaca, tetapi juga pada dinamika musim dan ketersediaan ikan.
Butuh Perhatian Serius
Minimnya hasil tangkapan dalam waktu cukup lama berpotensi berdampak pada ekonomi keluarga nelayan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan memicu persoalan sosial di tingkat pesisir.
Nelayan Pulau Santen kini berharap ada solusi, baik dari sisi cuaca yang segera membaik maupun dukungan dari pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekonomi mereka.
Di tengah keterbatasan, mereka tetap bertahan. Menantang ombak, menunggu keberuntungan—dan berharap laut kembali ramah seperti dulu. (mg1/sgt)
Editor : Ali Sodiqin