RADARBANYUWANGI.ID – Puluhan truk bantuan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Banyuwangi, Jawa Timur, belum sepenuhnya difungsikan. Alih-alih menganggur, armada tersebut kini sementara dialihkan untuk membantu aktivitas warga.
Sebanyak 18 unit truk yang sebelumnya dibagikan kepada pengurus KDKMP pada Rabu (22/4) lalu, hingga kini belum beroperasi optimal. Penyebabnya, sebagian besar koperasi penerima bantuan masih belum menjalankan aktivitas operasional.
Baca Juga: Kisi-kisi Soal Tes CAT Koperasi Merah Putih 2026, Mulai Dasar Perkoperasian hingga Literasi Keuangan
Di wilayah kota Banyuwangi, salah satu armada diserahkan kepada KDKMP Kelurahan Karangrejo. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan koperasi tersebut belum mulai beroperasi meski bangunan fisiknya telah rampung.
Pantauan di lokasi, gedung koperasi yang berada di area kantor Kelurahan Karangrejo sudah berdiri kokoh dan siap digunakan. Hanya saja, aktivitas ekonomi di dalamnya belum berjalan.
Lurah Karangrejo, Susianah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, saat ini baru tahap penyelesaian fisik bangunan, sementara operasional koperasi masih menunggu kesiapan pengurus.
“Bangunan sudah siap, tapi memang belum beroperasi. Nantinya akan difungsikan sebagai gerai dan toko koperasi,” ujarnya.
Karena belum beroperasi, truk bantuan yang diterima juga belum dimanfaatkan sesuai fungsi utamanya. Meski demikian, ada solusi sementara agar armada tidak menganggur.
Mengacu arahan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, truk tetap bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat selama koperasi belum berjalan.
“Truk bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga di wilayah Karangrejo, sambil menunggu operasional koperasi berjalan,” jelas Susianah.
Ia menambahkan, secara teknis operasional koperasi nantinya akan dikelola oleh ketua koperasi. Sementara pihak kelurahan berperan sebagai pengawas agar aktivitas berjalan sesuai tujuan.
“Pengelolaan ada di ketua koperasi, dibantu Babinsa. Kami di kelurahan mengawasi,” tambahnya.
Distribusi Truk Bertahap
Sebelumnya, 18 unit truk bantuan dari PT Agrinas Pangan Nusantara telah diserahkan kepada pengurus KDKMP di Banyuwangi. Penyerahan dilakukan di Makodim 0825 Banyuwangi oleh Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Dandim 0825 Banyuwangi, Tryadi Indrawijaya, disaksikan jajaran Forkopimda.
Armada tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas distribusi dan logistik koperasi, termasuk kerja sama dengan mitra seperti Bulog.
Baca Juga: Sukun dari Nusantara Diburu Dunia: Dari Fantasi Eropa hingga Solusi Krisis Pangan Global
Namun, hingga kini belum semua koperasi siap beroperasi penuh. Dari total rencana 217 KDKMP di Banyuwangi, baru sebagian kecil yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan siap menjalankan usaha.
“Baru sekitar 27 koperasi yang terbentuk 100 persen. Sisanya masih proses,” ungkap Tryadi.
Sebanyak 18 koperasi yang telah menerima bantuan truk tersebar di sejumlah desa, di antaranya Kalirejo, Wringinrejo, Pendarungan, Olehsari, Bomo, hingga Karangrejo.
Tunggu Operasional, Optimalkan Manfaat
Meski belum difungsikan sesuai rencana awal, keberadaan truk tersebut tetap diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan sementara untuk kebutuhan warga dinilai menjadi langkah strategis agar aset tidak menganggur.
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam Stabil, UBS Naik, Galeri 24 Turun
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong percepatan operasional KDKMP agar tujuan utama program—menggerakkan ekonomi desa dan kelurahan—segera terwujud.
Jika seluruh koperasi telah berjalan, armada truk tersebut nantinya akan menjadi tulang punggung distribusi barang dan layanan ekonomi berbasis masyarakat.
Untuk saat ini, masyarakat Karangrejo dan wilayah lainnya setidaknya sudah merasakan manfaat awal—meski koperasi belum sepenuhnya bergerak. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin