RADARBANYUWANGI.ID – Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak menjadi pusat pertemuan tokoh-tokoh penting lintas sektor, Kamis (24/4).
Dari jenderal bintang dua hingga tokoh adat dan kepala desa, semuanya berkumpul dalam satu forum yang mengusung pesan kuat: menjaga kedaulatan bangsa lewat akar budaya.
Sosok yang paling menyita perhatian adalah Komandan Pasmar 2, Oni Junianto. Kehadirannya dalam acara halalbihalal dan silaturahmi yang digelar Masyarakat Adat Nusantara (Matra) bersama Perbendaharaan Kepala Desa Indonesia (PKDI) DPD Banyuwangi menjadi magnet tersendiri.
Baca Juga: Musim Haji 2026 Dimulai, Jemaah Pakistan Tiba Perdana di Madinah, Arab Saudi Siaga Penuh
Acara yang berlangsung di Warung Kemarang itu mengusung tema “Mempererat Kedaulatan Bangsa dengan Berakar Budaya Nusantara”. Tema tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh pesan yang disampaikan para tokoh.
Selain Oni Junianto, hadir pula Suyuti Toha, Ketua DPW Matra Jawa Timur Srie Soeputra Jowo Uja Ciptonegoro, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono. Ratusan kepala desa se-Banyuwangi juga turut memadati lokasi, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap forum tersebut.
Ketua Matra DPD Banyuwangi yang juga Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi, menyebut kehadiran tokoh nasional dan ulama menjadi energi baru bagi gerakan pelestarian budaya.
Baca Juga: Kisi-kisi Soal Tes CAT Koperasi Merah Putih 2026, Mulai Dasar Perkoperasian hingga Literasi Keuangan
“Kebudayaan Nusantara harus menjadi pemersatu bangsa, khususnya di Banyuwangi. Ini bagian dari upaya menjaga kedaulatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mujiono menilai kegiatan ini melampaui sekadar tradisi halalbihalal. Ia menyebutnya sebagai wujud nyata semangat “tandeng bareng” atau gotong royong lintas elemen.
“Kolaborasi antara Matra dan PKDI sangat strategis. Ini bukan hanya membuat Banyuwangi semakin maju, tetapi juga memperkuat stabilitas sosial dan budaya di tingkat desa,” jelasnya.
Puncak pesan kebangsaan disampaikan langsung oleh Oni Junianto. Jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan fondasi utama kekuatan bangsa di tengah arus globalisasi.
Baca Juga: Trik Nelayan Profesional Mancing Cumi di Laut Saat Cuaca Ekstrem, Hasilnya di Luar Dugaan
“Budaya Nusantara adalah akar kekuatan bangsa. Jika akar ini kita jaga, maka kedaulatan akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi forum tersebut sebagai ruang strategis mempererat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat adat, TNI, dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci menjaga keutuhan bangsa.
Senada, Ketua DPW Matra Jawa Timur Srie Soeputra Jowo Uja Ciptonegoro menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai identitas bangsa.
“Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga nilai-nilai budaya. Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut demi keutuhan dan kedaulatan Indonesia,” ujarnya.
Dengan kehadiran berbagai elemen strategis, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi kebangsaan berbasis budaya. Dari desa, pesan besar itu digaungkan: menjaga budaya berarti menjaga Indonesia. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin