RADARBANYUWANGI.ID – Insiden tragis menimpa pekerja pembersih jalan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Sarifudin, 41, warga Kampung Rawa Panjang, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, meninggal dunia usai tertabrak sepeda motor saat menjalankan tugas pada Selasa malam (21/4).
Peristiwa memilukan itu terjadi di ruas Jalan Raya Srono–Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, saat korban bersama dua rekannya tengah membersihkan sisa tanah yang menempel di badan jalan. Nahas, di tengah keterbatasan penerangan, sebuah sepeda motor melaju dan berujung kecelakaan fatal.
Korban ditabrak sepeda motor Honda Vario bernopol DK 6885 ACF yang dikendarai Imam Basori, warga Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Sarifudin sempat dilarikan ke RS Al Huda, namun nyawanya tak tertolong saat menjalani perawatan medis.
Kapolsek Muncar AKP Mujiono menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama dua pekerja lain yakni Maulana Wijaya dan Wilson Putra sedang melakukan pembersihan jalan dari material tanah sisa proyek.
Saat itu, posisi ketiganya berada menyebar. Korban berada di sisi barat jalan, Wilson Putra di sisi timur, sementara Maulana Wijaya berdiri di tengah dengan membawa lampu kedip sebagai penanda aktivitas di jalan.
“Dari arah timur melaju sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Imam Basori. Kendaraan tersebut lebih dulu menyenggol tangan Maulana Wijaya, lalu menabrak korban,” jelas AKP Mujiono.
Benturan keras tak terhindarkan. Pengendara motor maupun korban sama-sama terjatuh di tepi jalan. Pengendara mengalami luka robek di bibir dan wajah serta lecet di kaki, dan menjalani rawat jalan.
Sementara itu, Sarifudin mengalami luka berat di bagian kepala. Ia segera dilarikan ke RS Al Huda, namun dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan.
“Korban meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit. Saat kejadian, kondisi penerangan jalan diketahui mati dan pengendara diduga kurang hati-hati,” tegas Mujiono.
Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfiyan membenarkan insiden kecelakaan tersebut. Ia menyebut kerugian material dalam kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 1 juta.
“Korban langsung dibawa ke RS Al Huda setelah kejadian, namun meninggal dunia saat perawatan medis,” ujarnya.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan, Sarifudin merupakan pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berada di belakang SDN 3 Blambangan. Saat kejadian, korban tengah membersihkan sisa tanah yang terbawa kendaraan proyek ke badan jalan.
“Waktu saya datang, pengendara dan korban sudah tergeletak di aspal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja di jalan raya, terutama bagi pekerja lapangan yang beraktivitas di malam hari. Minimnya penerangan serta kurangnya kewaspadaan pengguna jalan menjadi kombinasi berbahaya yang berujung fatal. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin