RADARBANYUWANGI.ID – Akses vital warga Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, yang sempat lumpuh akibat jembatan ambrol akhirnya kembali tersambung.
Dalam waktu kurang dari 48 jam, pemerintah setempat berhasil membangun jembatan darurat yang kini sudah bisa dilalui.
Jembatan darurat tersebut dipasang setelah jembatan utama roboh diterjang derasnya aliran sungai akibat hujan lebat pada Selasa (21/4/2026).
Dibangun Kilat, Langsung Bisa Dilalui
Pelaksana Tugas Camat Cluring, Subhani, mengatakan pembangunan jembatan darurat dilakukan secara cepat untuk memulihkan akses masyarakat.
Material jembatan didatangkan pada Rabu sore (22/4), dan pengerjaan langsung dilakukan hingga malam hari.
“Pengerjaan selesai malam hari dan langsung bisa dilewati,” ujarnya.
Jembatan darurat tersebut memiliki ukuran 14 meter panjang dan 1,5 meter lebar, sehingga sementara hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Akses Antar Desa Sempat Lumpuh
Sebelumnya, jembatan penghubung di Dusun Tapansari ambrol akibat tergerus arus sungai saat hujan deras mengguyur wilayah selatan Banyuwangi.
Akibatnya, akses warga dari Desa Sraten menuju Desa Tamanagung dan Benculuk terputus total.
Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mobilitas harian dan distribusi logistik antarwilayah.
Kendaraan Besar Dialihkan
Untuk sementara, kendaraan roda tiga hingga roda empat harus mencari jalur alternatif. Salah satu rute yang digunakan adalah melalui jalan di sisi barat Mapolsek Cluring.
Kebijakan ini diambil demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jembatan darurat belum mampu menahan beban berat.
Perbaikan Permanen Tunggu Anggaran PAK
Pemerintah daerah memastikan pembangunan jembatan permanen akan dilakukan, namun masih menunggu alokasi dana dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.
Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, Ebta Andharisandi, mengatakan fokus saat ini adalah pemulihan akses sementara.
“Jembatan darurat sudah dipasang untuk memulihkan mobilitas warga. Untuk perbaikan permanen masih menunggu anggaran PAK,” jelasnya.
Harapan Warga: Lebih Kuat dan Aman
Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Mulyadi, berharap pembangunan jembatan permanen nantinya dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat.
Ia juga mengusulkan adanya plengsengan di sisi sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Semoga jembatan dibangun lebih lebar, kuat, dan dilengkapi pelindung agar tahan terhadap arus sungai,” harapnya.
Dampak Hujan Deras Meluas
Ambrolnya jembatan ini merupakan bagian dari dampak hujan deras yang melanda wilayah selatan Banyuwangi. Selain merusak infrastruktur, luapan sungai juga sempat merendam rumah warga di Desa Benculuk.
Kejadian ini menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur di daerah rawan bencana, terutama di jalur penghubung antar desa yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
Pemulihan cepat melalui jembatan darurat menjadi solusi jangka pendek. Namun, pembangunan permanen yang lebih kokoh menjadi kunci agar akses vital warga tidak lagi terputus saat cuaca ekstrem kembali terjadi. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin