RADARBANYUWANGI.ID – Aksi seorang perempuan dengan dugaan gangguan jiwa (ODGJ) membuat resah warga Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur.
Perempuan tersebut dilaporkan mengamuk di tepi jalan raya, melempari kendaraan yang melintas hingga membawa senjata tajam.
Insiden yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) itu langsung direspons cepat oleh petugas gabungan yang turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Lempar Batu ke Pengendara, Bawa Pisau
Berdasarkan laporan warga, ODGJ tersebut bertindak agresif dengan melempar batu ke arah kendaraan yang melintas di jalan raya sekitar Kantor Desa Gambor.
Tak hanya itu, perempuan tersebut juga terlihat marah-marah sambil membawa pisau, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
“Yang bersangkutan sempat melempar batu ke pengguna jalan dan membawa pisau,” ujar Iwan Yos Sugiharto.
Diamankan Petugas Gabungan
Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Lapor Camat, petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi. Tim terdiri dari unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO Rogojampi, staf kecamatan, serta kepolisian.
“Setelah sampai di lokasi, ODGJ tersebut langsung kami amankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Iwan.
Diduga Warga Srono
Dari informasi sementara, perempuan tersebut diduga merupakan warga Desa Parijatah, Kecamatan Srono. Namun, identitas lengkap masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Dibawa ke Shelter Dinsos
Usai diamankan, ODGJ tersebut langsung dibawa ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi (Dinsos PPKB) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan yang bersangkutan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan jika kembali berkeliaran.
“Sudah kami serahkan ke Dinsos untuk penanganan lanjutan dengan pendampingan Satpol PP,” tegas Iwan.
Antisipasi Keamanan Warga
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan umum.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa penanganan ODGJ tidak hanya membutuhkan pendekatan keamanan, tetapi juga penanganan sosial dan medis yang terintegrasi.
Respons cepat petugas gabungan dinilai berhasil meredam situasi dan mencegah potensi insiden yang lebih besar, terutama di jalur lalu lintas yang cukup padat di kawasan Singojuruh. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin