RADARBANYUWANGI.ID – Senyum haru dan harapan masa depan terpancar dari puluhan pelajar saat bantuan pendidikan resmi disalurkan.
Sebanyak 32 siswa dan mahasiswa di Banyuwangi menerima beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, Rabu (22/4). Program ini tak sekadar bantuan finansial, tetapi juga strategi memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Penyaluran beasiswa yang digelar di kantor Baznas Kabupaten Banyuwangi itu menjadi salah satu bukti konkret penguatan peran zakat dalam pembangunan sumber daya manusia.
Total penerima terdiri dari 20 siswa tingkat SMA/SMK/MA dan 12 mahasiswa perguruan tinggi swasta lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua III Baznas Jatim Muhammad Zakki, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi Chaironi Hidayat, serta Kasi Zakat dan Wakaf Fathurahman.
Banyuwangi Penerima Terbanyak di Jatim
Muhammad Zakki menegaskan, Banyuwangi menjadi daerah dengan jumlah penerima beasiswa terbanyak di Jawa Timur tahun ini. Program ini menyasar pelajar kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terhambat faktor ekonomi.
Baca Juga: Latihan Soal Tes CAT Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Lengkap 100 Soal
“Untuk mahasiswa, beasiswa diberikan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) hingga yang bersangkutan lulus,” ujarnya.
Program SKSS sendiri menjadi salah satu andalan Baznas dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan tinggi. Dengan skema ini, satu keluarga diharapkan minimal memiliki satu sarjana sebagai pengungkit kesejahteraan.
Dorong Akses Pendidikan dan Tekan Putus Sekolah
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto menambahkan, kuota 32 penerima tahun 2026 menjadi peluang besar bagi pelajar lokal untuk terus berprestasi.
“Alhamdulillah tahun ini Banyuwangi mendapat alokasi 20 siswa dan 12 mahasiswa. Ini bentuk komitmen Baznas dalam mendukung pendidikan,” katanya.
Menurutnya, bantuan ini tidak hanya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi penerima untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi.
Harapan Cetak Generasi Muzakki
Sementara itu, Chaironi Hidayat berharap program beasiswa ini mampu menjadi titik balik bagi para penerima untuk meraih masa depan lebih baik.
Baca Juga: Tour de Banyuwangi Ijen 2026 Ditiadakan, Dampak Efisiensi Prabowo
“Semoga anak-anak yang menerima beasiswa ini kelak menjadi orang sukses dan bisa menjadi muzakki yang membantu sesama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan siklus zakat, di mana penerima hari ini diharapkan menjadi pemberi di masa depan.
Daftar Penerima Beasiswa
Beasiswa diberikan kepada siswa dari berbagai sekolah di Banyuwangi, di antaranya SMKS Muhammadiyah 1 Genteng, MAN 1 hingga MAN 4, SMAN 1 Glagah, serta sejumlah MA dan SMA lainnya.
Untuk kategori mahasiswa, penerima berasal dari beberapa kampus seperti Universitas PGRI Banyuwangi, Universitas Bakti Indonesia Cluring, hingga Universitas Islam Cordoba.
Peran Zakat dalam Pembangunan SDM
Penyaluran beasiswa ini menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Di tengah tantangan ekonomi, intervensi seperti ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Dengan semakin luasnya jangkauan program pendidikan Baznas, diharapkan angka putus sekolah dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat. (*)
Editor : Ali Sodiqin