RADARBANYUWANGI.ID – Bantuan puluhan truk untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Banyuwangi akhirnya disalurkan. Namun di balik distribusi armada tersebut, muncul fakta krusial: belum semua koperasi siap beroperasi penuh, meski infrastruktur fisik telah rampung 100 persen.
Sebanyak 18 unit truk bantuan dari PT Agrinas Pangan Nusantara resmi diserahkan kepada pengurus koperasi di Makodim 0825 Banyuwangi, Rabu (22/4). Armada ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi hasil produksi desa.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya, disaksikan jajaran Forkopimda.
Namun, data di lapangan menunjukkan kesiapan operasional koperasi masih belum merata. Sejumlah KDKMP yang telah memiliki bangunan fisik justru belum aktif melakukan transaksi atau menjalin kerja sama dengan mitra strategis seperti Bulog.
Infrastruktur Siap, Operasional Belum Jalan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian koperasi masih dalam tahap persiapan administratif dan penguatan sistem usaha. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat armada operasional sudah lebih dulu tersedia.
Padahal, keberadaan truk tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat desa dan memperkuat rantai ekonomi lokal.
Ipuk menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan instrumen strategis untuk mendorong kinerja koperasi.
“Saya minta truk ini dimanfaatkan maksimal dan dirawat dengan baik. Ini aset penting untuk mendukung aktivitas koperasi,” ujarnya.
Menurut Ipuk, program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari visi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi berbasis desa.
“Harapannya, koperasi ini menjadi simpul ekonomi di desa. Armada ini harus memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Baru 27 Koperasi Siap Penuh
Dandim 0825 Banyuwangi Tryadi Indrawijaya mengungkapkan, penyaluran 18 truk ini masih tahap awal. Dari total 217 KDKMP yang direncanakan di Banyuwangi, baru 27 koperasi yang benar-benar siap secara penuh.
“Sebagian besar masih dalam proses pemenuhan administrasi. Jadi distribusi truk akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing koperasi,” jelasnya.
Adapun koperasi yang telah menerima bantuan tersebar di sejumlah desa, antara lain Kalirejo, Wringinrejo, Pendarungan, Olehsari, Macan Putih, Bomo, hingga Kedungrejo dan Sumberagung.
Tantangan: Sinkronisasi Fisik dan Sistem
Kondisi ini mengungkap tantangan klasik dalam pembangunan berbasis program: infrastruktur lebih cepat hadir dibanding kesiapan operasional. Jika tidak segera diatasi, potensi idle asset atau aset menganggur bisa terjadi.
Tryadi menekankan bahwa bantuan ini adalah amanah negara yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Kendaraan ini untuk kepentingan masyarakat. Harus benar-benar dimanfaatkan dan memberi dampak kesejahteraan,” tegasnya.
Ke depan, keberhasilan program KDKMP tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana, tetapi juga kesiapan manajemen, jaringan distribusi, serta kemampuan koperasi menjalin kemitraan usaha.
Tanpa itu, truk-truk yang kini terparkir rapi berpotensi hanya menjadi simbol—bukan penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin