RADARBANYUWANGI.ID – Arah baru Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi resmi dimulai. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII, Heri Sujatmiko didaulat sebagai ketua untuk periode 2026–2031. Momentum ini sekaligus menjadi titik konsolidasi organisasi di tengah tuntutan penguatan peran sosial-keagamaan dan pembangunan daerah.
Musda yang digelar di Pendapa Sabha Swagatha, Rabu (22/4), tak sekadar memilih kepemimpinan baru. Forum ini juga menjadi arena penentuan arah strategis organisasi lima tahun ke depan, termasuk sinkronisasi program dengan kebijakan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), serta sejumlah tokoh agama. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan pentingnya posisi LDII dalam ekosistem pembangunan daerah.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Timur Amrodji Konawi menekankan bahwa kepengurusan baru harus mampu menyusun program kerja yang adaptif, relevan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Program lima tahunan harus konkret dan mendukung pembangunan daerah. LDII harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Amrodji juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan melalui konsep “tiga layer”: generasi senior, menengah, dan junior. Menurutnya, pola ini krusial untuk menjaga kesinambungan organisasi.
“Tanpa regenerasi yang baik, organisasi bisa kehilangan arah. Transfer keilmuan harus berjalan,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengingatkan agar peran organisasi tidak timpang. LDII diminta mampu menyeimbangkan aspek keagamaan, sosial, dan ekonomi dalam setiap programnya.
“Jangan hanya fokus ibadah atau sebaliknya. Harus seimbang antara dunia dan akhirat,” tambahnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, LDII juga diingatkan untuk selektif dalam menjalankan kegiatan. Program prioritas seperti pendidikan umat diminta tetap berjalan, sementara kegiatan non-urgen dapat ditunda.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda VIII. Ia menilai selama ini LDII telah menunjukkan kontribusi nyata yang selaras dengan program pemerintah daerah.
“Kami berharap LDII terus menjaga kondusivitas dan aktif berkontribusi dalam pembangunan Banyuwangi,” ujarnya.
Ipuk juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif.
“Semoga kepemimpinan baru bisa melanjutkan program yang sudah baik dan memperkuat kolaborasi,” tuturnya.
Dalam forum tersebut, Heri Sujatmiko resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD LDII Banyuwangi, didampingi Kris Parwanto sebagai sekretaris dan H Andi Tri Bhakti sebagai bendahara.
Heri bukan sosok baru di dunia akademik. Ia dikenal sebagai dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Latar belakang akademisi ini diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis keilmuan dalam mengelola organisasi.
Penunjukan Heri menjadi sinyal kuat bahwa LDII Banyuwangi tengah mengarah pada penguatan tata kelola organisasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Dengan kepengurusan baru ini, LDII Banyuwangi dihadapkan pada tantangan besar: menjaga keseimbangan antara dakwah, pemberdayaan umat, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Musda VIII bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari fase baru organisasi dalam menjawab tuntutan zaman dan memperluas peran di tengah masyarakat Banyuwangi. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin