Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hujan Deras Terjang Cluring Banyuwangi, Jembatan Ambrol dan Tiga Rumah Tergenang

Zamrozi Wahyu • Kamis, 23 April 2026 | 05:06 WIB
RUSAK: Jembatan di Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring ambrol digerus aliran sungai Selasa (21/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
RUSAK: Jembatan di Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring ambrol digerus aliran sungai Selasa (21/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Banyuwangi memicu kerusakan infrastruktur dan genangan di permukiman warga. Sebuah jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cluring ambrol, sementara tiga rumah warga di Desa Benculuk sempat terendam air luapan sungai.

Insiden ini terjadi setelah hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (21/4). Dampaknya langsung terasa, terutama di Dusun Tapansari, Desa Sraten, yang kehilangan akses vital akibat jembatan roboh.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cluring Subhani mengungkapkan, selain kerusakan jembatan, luapan air sungai juga sempat masuk ke rumah warga di Desa Benculuk. Namun genangan tersebut relatif cepat surut.

“Tiga rumah sempat tergenang. Tapi saat kami cek sekitar pukul 19.00, air sudah surut. Genangan hanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam,” ujarnya.

Menurut Subhani, kondisi geografis menjadi faktor utama. Posisi rumah warga yang lebih rendah dari badan jalan serta dekat dengan aliran sungai membuat air mudah meluber ke permukiman saat debit meningkat.

“Lokasi rumah memang dekat aliran sungai menuju persawahan. Ketika hujan deras, air langsung meluap dan masuk ke rumah warga,” jelasnya.

Kerusakan paling parah terjadi di Dusun Tapansari, Desa Sraten. Jembatan penghubung utama menuju Desa Tamanagung ambrol diduga akibat fondasi yang tergerus arus deras sungai.

Subhani menyebut, posisi aliran sungai yang berbelok tepat di area fondasi jembatan memperparah tekanan air saat debit meningkat.

“Arus sungai menghantam fondasi karena posisi tikungan. Saat hujan deras, tekanan air meningkat dan akhirnya jembatan tidak mampu menahan beban,” terangnya.

Akibat ambrolnya jembatan tersebut, akses mobilitas warga terganggu. Jalur penghubung antar desa terputus dan memaksa warga memutar arah melalui jalur alternatif.

Kepala Desa Sraten Arif Rahman Mulyadi mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga Dusun Tapansari menuju Desa Tamanagung. Putusnya jalur itu berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

“Untuk sementara, akses dialihkan melalui jalur sebelah barat Mapolsek Cluring,” ujarnya.

Pemerintah desa bergerak cepat melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi. Tim teknis pun langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan kondisi jembatan pada Rabu (22/4).

“Hari ini tim dari PU CKPP sudah turun. Rencananya akan segera dibangun jembatan darurat agar akses warga kembali normal,” kata Rahman.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur di wilayah rawan banjir dan aliran sungai deras di Banyuwangi selatan. Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi konstruksi dan tata letak infrastruktur juga menjadi perhatian penting ke depan.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga memperkuat mitigasi jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan penguatan fondasi jembatan di titik rawan.

Sementara itu, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang bisa kembali memicu luapan sungai dan kerusakan infrastruktur lainnya. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#jembatan ambrol Banyuwangi #banjir Cluring #Desa Sraten #Desa Benculuk #hujan deras Banyuwangi