Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dam Singir Banyuwangi Siaga Bahaya! Debit Air Tembus 130 Ribu Liter per Detik, Ancaman Banjir Mengintai

Zamrozi Wahyu • Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB
HANYUT: Petugas pintu air memantau aliran air yang membawa sampah dan kayu di Dam Singir, Selasa (21/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
HANYUT: Petugas pintu air memantau aliran air yang membawa sampah dan kayu di Dam Singir, Selasa (21/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Banyuwangi memicu situasi darurat di Dam Singir. Debit air melonjak drastis hingga menyentuh 130 ribu liter per detik, memaksa status bendungan masuk level bahaya.

Kondisi ini bukan sekadar peningkatan volume air biasa. Arus deras membawa material berbahaya—mulai dari sampah hingga batang kayu—yang berpotensi menyumbat aliran dan memicu banjir ke permukiman warga.

Debit Melonjak Drastis, Lampaui Batas Normal

Petugas Pintu Air (PPA) Dam Singir, Puas Rohani, mengungkapkan lonjakan debit terjadi sekitar pukul 14.00, dipicu hujan deras di wilayah hulu seperti Cluring dan sekitarnya.

“Debit air naik signifikan setelah hujan deras di beberapa wilayah,” ujarnya.

Ketinggian air bahkan mencapai 140 cm—melewati batas normal yang hanya berkisar 20–30 cm. Indikator ini menempatkan dam dalam kondisi siaga merah.

Material Sampah dan Kayu Perparah Risiko

Tak hanya volume air, ancaman lain datang dari material yang terbawa arus. Kayu, bambu, hingga sampah dalam jumlah besar mengalir menuju bendungan.

Jika tersangkut di pintu air, material ini bisa menghambat aliran dan memicu luapan ke wilayah sekitar.

“Banyak kayu dan sampah terbawa. Ini berpotensi menyumbat aliran,” jelas Puas.

Tujuh Sungai Bermuara, Tekanan Meningkat

Dam Singir menjadi titik kumpul dari tujuh aliran sungai di Banyuwangi selatan, termasuk aliran dari Setail, Glenmore, Genteng, Pekulo, Srono, Sraten, hingga jalur sungai Cluring.

Kondisi ini membuat dam menjadi titik krusial. Saat hujan mengguyur serentak di wilayah hulu, seluruh debit akan terakumulasi di satu titik.

Petugas Siaga Penuh, Risiko Kesalahan Fatal

Dengan kondisi yang terus berubah, petugas pengairan harus siaga penuh di lokasi. Kesalahan kecil—seperti terlambat membuka pintu air atau tersumbatnya aliran—bisa berdampak besar.

“Kalau sampai terlambat atau tersumbat, bisa memicu banjir,” tegas Puas.

Koordinasi juga dilakukan dengan petugas di hilir untuk memantau pergerakan air dan mengantisipasi dampak lanjutan.

Hujan Reda, Ancaman Belum Hilang

Hingga pukul 17.00, hujan memang mulai reda. Namun debit air masih tinggi dan material hanyut terus berdatangan.

Artinya, risiko belum sepenuhnya mereda.

Warga Diminta Waspada

Situasi ini menjadi peringatan bagi warga di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah hilir.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ditambah akumulasi debit dari hulu membuat potensi banjir tetap terbuka.

Di tengah derasnya aliran air, satu hal menjadi jelas: Dam Singir kini berada di garis tipis antara pengendali air dan potensi bencana. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#sungai meluap #Dam Singir Banyuwangi #banjir Muncar #debit air tinggi #hujan deras Banyuwangi