Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Desa Tulungrejo Banyuwangi Bangun GOR Bertaraf Nasional, APBDes Terbatas Tak Jadi Alasan

Salis Ali Muhyidin • Senin, 20 April 2026 | 05:30 WIB
RESMI: Camat Glenmore Eko Yulianto (pegang gunting) meresmikan gedung olahraga (GOR) berkapasitas 2.500 orang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (18/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
RESMI: Camat Glenmore Eko Yulianto (pegang gunting) meresmikan gedung olahraga (GOR) berkapasitas 2.500 orang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (18/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang membelit banyak desa, Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, justru mengambil langkah berani. 

Mereka merampungkan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) bertaraf nasional berkapasitas 2.500 orang—sebuah proyek ambisius yang tak lazim di level desa.

Langkah ini menjadi kontras di saat banyak wilayah memilih menahan pembangunan fisik. Tulungrejo justru tancap gas, menempatkan investasi pada generasi muda sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Hadirkan Ulama Kharismatik Achmad Azaim Ibrahimy, Smada Prima Bershalawat Gegerkan Situbondo, Ribuan Warga Padati HUT ke-49 SMAN 2

GOR yang diberi nama Sorga (Sarana Olahraga) itu resmi dibuka pada Sabtu (18/4) dalam seremoni meriah yang menyedot perhatian warga dan tamu undangan.

Dibangun Tiga Tahun, Akhirnya Rampung

Kepala Desa Tulungrejo, M. Ikhsan, mengungkapkan pembangunan GOR tersebut bukan proyek instan. Butuh waktu hingga tiga tahun untuk menyelesaikannya.

“Alhamdulillah akhirnya selesai. Ini perjuangan panjang, tapi kami yakin hasilnya akan bermanfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Peresmian yang semula direncanakan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani itu tetap berlangsung semarak meski tanpa kehadiran kepala daerah. Antusiasme warga justru menjadi bukti bahwa fasilitas ini telah lama dinantikan.

Taruhan Besar pada Generasi Muda

Ikhsan tidak menampik, pembangunan GOR ini adalah bentuk “taruhan” desa terhadap masa depan generasi muda.

Ia ingin memastikan anak-anak muda Tulungrejo memiliki ruang layak untuk berkembang, khususnya di bidang olahraga.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Agustus? Ini Formasi 160 Ribu yang Disiapkan, Pelamar Diminta Bersiap

“Harapannya, dari sini lahir atlet-atlet berbakat. Kami ingin pemuda punya ruang untuk mengasah potensi, bukan hanya berkumpul tanpa arah,” tegasnya.

GOR ini tidak hanya difungsikan sebagai lapangan voli indoor, tetapi juga dilengkapi area luar yang kini rutin dimanfaatkan warga untuk aktivitas olahraga ringan seperti jalan santai.

Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Tak berhenti pada fungsi olahraga, Pemdes Tulungrejo juga menyiapkan strategi lanjutan: menjadikan GOR sebagai pusat ekonomi kreatif desa.

Di sekitar area gedung, telah disiapkan stan dan ruko bagi pelaku UMKM. Harapannya, setiap kegiatan olahraga dapat langsung menggerakkan roda ekonomi warga.

“UMKM bisa jualan di sini. Kami ingin GOR ini hidup, tidak hanya ramai saat event saja,” kata Ikhsan.

Langkah itu langsung diuji. Usai peresmian, digelar turnamen bola voli yang diikuti tim dari berbagai daerah, bahkan luar Banyuwangi.

Minim Anggaran, Maksimalkan Kolaborasi

Di balik megahnya bangunan, ada satu fakta yang cukup mencolok: proyek ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran desa.

Ikhsan mengakui, pembangunan GOR dilakukan dengan skema kolaboratif, melibatkan berbagai pihak termasuk anggota DPRD Banyuwangi.

Baca Juga: Tol Gilimanuk–Mengwi Dirombak, Tak Lagi Full Tol: Pemerintah Kejar Target 2031 di Tengah Minat Investor

Ia menyebut kontribusi sejumlah pihak diberikan dalam bentuk fisik bangunan, bukan sekadar dukungan administratif.

“Terima kasih kepada semua pihak yang membantu, termasuk Bu Ficky dan Pak Ruli yang ikut mendukung pembangunan ini,” ungkapnya.

Model Baru Pembangunan Desa?

Langkah Tulungrejo bisa menjadi model alternatif pembangunan desa: berani berinvestasi pada fasilitas publik yang berdampak ganda—olahraga dan ekonomi.

Namun di sisi lain, keberlanjutan pengelolaan GOR menjadi tantangan berikutnya. Tanpa manajemen yang baik, fasilitas megah berisiko menjadi beban baru.

Kini, publik menanti apakah GOR Sorga benar-benar menjadi pusat lahirnya atlet dan penggerak ekonomi desa—atau sekadar proyek prestisius yang sulit dirawat dalam jangka panjang. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#GOR Tulungrejo Banyuwangi #pembinaan pemuda olahraga #Desa Glenmore Banyuwangi #fasilitas olahraga desa #UMKM Tulungrejo