RADARBANYUWANGI.ID – Persoalan sampah di jalur nasional tak lagi dianggap sepele. Di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, lintas elemen turun tangan langsung melawan wajah kumuh jalan raya.
Mereka tak menunggu solusi dari atas—melainkan bergerak bersama, menyapu, mengangkut, dan membersihkan.
Aksi kolektif itu terlihat Jumat (17/4), saat perangkat desa, masyarakat, pelajar, hingga aparatur kecamatan bahu-membahu membersihkan jalan nasional jurusan Singojuruh–Rogojampi.
Baca Juga: Pertashop Berguguran di Banyuwangi: Tanpa Rem Regulasi, Persaingan Jadi “Senjata Makan Tuan”
Jalan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga itu disasar sebagai titik krusial yang harus dijaga kebersihannya.
Gerakan ini bukan sekadar simbolik. Kecamatan Singojuruh memastikan kerja bakti lintas elemen tersebut akan menjadi agenda rutin setiap pekan melalui program “Jumat Bersih”.
Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiarto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon atas kondisi kebersihan lingkungan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Untuk mewujudkan Banyuwangi Asri, kerja bakti akan dilakukan setiap Jumat pagi. Setiap jalan poros di wilayah Kecamatan Singojuruh akan dibersihkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Pada pelaksanaan perdana, kerja bakti difokuskan di tiga desa sekaligus, yakni sepanjang jalan poros Desa Gambor, Alasmalang, hingga Benelankidul. Sampah-sampah yang menumpuk di tepi jalan dan saluran air menjadi sasaran utama pembersihan.
Tak hanya membersihkan, kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kesadaran kolektif masyarakat. Keterlibatan pelajar dinilai penting sebagai investasi perilaku hidup bersih sejak dini, di tengah masih rendahnya disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Namun, di balik semangat gotong royong, terselip ironi. Jalan nasional yang seharusnya steril dari sampah justru kerap menjadi tempat pembuangan liar. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga budaya.
Karena itu, Pemkab melalui kecamatan memilih pendekatan kolaboratif. Tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung.
Rencana ke depan, kerja bakti akan dilakukan secara bergilir di seluruh desa. Pada Jumat (24/4) mendatang, giliran jalan poros Desa Singojuruh hingga Desa Gumirih yang akan dibersihkan.
Baca Juga: Damai Tanpa Drama, Azizah Salsha Cabut Laporan, Nasib Resbob dan Bigmo Berakhir Tak Terduga
“Dilakukan secara bergantian dan dilakukan dengan kompak. Intinya untuk mewujudkan wilayah yang bersih dan asri,” tegas Iwan.
Gerakan Jumat Bersih ini diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas seremonial. Lebih dari itu, menjadi titik balik perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sebab tanpa kesadaran kolektif, jalan bersih hari ini bisa kembali kotor esok hari.
Di Singojuruh, pesan itu kini ditegaskan: kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin