Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

211.782 Warga Banyuwangi Terima Bantuan Pangan, Bulog Salurkan 4,2 Juta Kg Beras dan 847 Ribu Liter Minyak

Ali Sodiqin • Rabu, 15 April 2026 | 12:30 WIB
Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi terima bantuan beras dan minyak goreng. Bulog salurkan 4,2 juta kg beras hingga Mei 2026. (banyuwangikab.go.id)
Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi terima bantuan beras dan minyak goreng. Bulog salurkan 4,2 juta kg beras hingga Mei 2026. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 211.782 warga Banyuwangi menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Badan Pangan Nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di tengah masyarakat.

Total bantuan yang dialokasikan untuk Banyuwangi cukup besar, yakni mencapai 4,235 juta kilogram beras dan 847.128 liter minyak goreng. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui Perum Bulog Cabang Banyuwangi.

Kepala Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspita, mengatakan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026.

“Penyaluran di lapangan dilakukan mulai 16 Maret hingga 31 Mei. Sampai saat ini sudah terealisasi sekitar 13,31 persen,” ujarnya, Senin (13/4/2026), sebagaimana dilansir dari laman banyuwangikab.go.id.

Dwiana menjelaskan, program bantuan pangan atau Banpang ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga, terutama menjelang dan selama hari besar keagamaan nasional.

Menurutnya, intervensi pemerintah melalui program ini sangat penting untuk menekan potensi lonjakan harga di pasaran, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng.

“Diharapkan dengan adanya penyaluran bantuan pangan di periode ini, dapat mencegah kenaikan harga pangan, khususnya di Banyuwangi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah penyesuaian teknis dibandingkan periode sebelumnya. Salah satunya terkait perubahan petunjuk teknis (juknis) dalam proses penyaluran bantuan.

Dwiana menyebut, pada periode kali ini terdapat pengetatan persyaratan administrasi, termasuk kewajiban pencantuman kartu keluarga (KK) sebagai dasar verifikasi penerima bantuan.

Perubahan tersebut berdampak pada proses penyaluran di lapangan, terutama dalam tahapan pengecekan data dan penginputan ke dalam sistem.

“Sehingga proses pengecekan dan penginputan pada sistem memerlukan waktu lebih,” tambahnya.

Meski demikian, Bulog memastikan proses penyaluran tetap berjalan sesuai target dan terus dipercepat agar seluruh penerima manfaat dapat segera mendapatkan bantuan.

Program bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di sektor kebutuhan pokok.

Dengan cakupan ratusan ribu penerima, program ini menjadi salah satu intervensi terbesar pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bantuan pangan Banyuwangi #bantuan beras minyak #Banpang 2026 #harga pangan stabil #Bulog Banyuwangi