Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lemuru Mulai Menghilang di Perairan Muncar, Nelayan Banyuwangi Banyak Libur Melaut

Zamrozi Wahyu • Selasa, 14 April 2026 | 05:30 WIB
BERJEJER: Perahu nelayan sandar di kawasan Pelabuhan Muncar. Sejak beberapa hari terakhir banyak nelayan yang libur melaut. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwagi)
BERJEJER: Perahu nelayan sandar di kawasan Pelabuhan Muncar. Sejak beberapa hari terakhir banyak nelayan yang libur melaut. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwagi)

RADARBANYUWANGI.ID – Musim panen raya ikan lemuru di kawasan perairan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai berakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan nelayan dilaporkan menurun drastis, memaksa banyak nelayan memilih untuk sementara waktu tidak melaut.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan di wilayah pesisir Banyuwangi. Sejumlah nelayan memanfaatkan masa jeda ini untuk memperbaiki perahu dan jaring, sembari menunggu kondisi perairan kembali normal.

Kanit Satpolairud Muncar, I Wayan Wedhana, mengatakan bahwa fenomena berkurangnya tangkapan lemuru sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Hal ini menyebabkan aktivitas melaut menurun signifikan.

“Ikan lemuru sudah mulai sulit ditangkap, jadi banyak yang memilih libur melaut. Kemungkinan sudah mulai pindah ke Laut Selatan seperti di kawasan Pancer dan sekitarnya,” ujarnya, Senin (13/4).

Menurutnya, perpindahan ikan lemuru ke wilayah perairan lain merupakan fenomena yang kerap terjadi seiring perubahan musim dan kondisi arus laut. Nelayan pun harus beradaptasi dengan pola migrasi ikan tersebut.

Salah satu nelayan setempat, Kasim, membenarkan bahwa dalam beberapa hari terakhir tangkapan lemuru sangat minim. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang kembali ke darat tanpa membawa hasil.

“Sudah lima hari berlalu lemuru sangat sulit ditangkap,” katanya.

Menurunnya hasil tangkapan tersebut turut berdampak pada harga ikan di tingkat nelayan. Jika saat musim panen raya sebelumnya harga lemuru ukuran besar hanya sekitar Rp 7 ribu per kilogram, kini mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Saat ini sudah Rp 9 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram,” tambah Kasim.

Meski lemuru mulai sulit didapat, nelayan masih bisa menangkap jenis ikan lain seperti tongkol dan kenyar. Namun, untuk memperoleh ikan tersebut, mereka harus melaut lebih jauh dari biasanya.

Kasim menjelaskan, saat ini nelayan harus menempuh jarak hingga sekitar 8 mil dari Pelabuhan Muncar untuk mendapatkan hasil tangkapan. Lokasi tersebut berada di perbatasan antara Selat Bali dan perairan Laut Selatan.

“Kalau sekarang harus lebih jauh, sekitar 8 mil dari pelabuhan. Itu pun belum tentu dapat banyak. Jadi memang semakin sulit,” ujarnya.

Kondisi ini membuat sebagian nelayan memilih berhenti sementara melaut karena mempertimbangkan biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Mereka berharap dalam waktu dekat ikan lemuru kembali muncul di perairan Muncar sehingga aktivitas ekonomi nelayan bisa kembali normal.

Fenomena ini juga menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat ikan lemuru merupakan komoditas unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Muncar. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#lemuru Muncar #hasil tangkapan menurun #harga ikan lemuru #perairan Selat Bali #nelayan banyuwangi