Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Bangkai Perahu Tenggelam di Pelabuhan Muncar Banyuwangi, Nelayan Resah dan Jalur Melaut Kian Berbahaya

Zamrozi Wahyu • Senin, 13 April 2026 | 14:30 WIB
TENGGELAM: Bangkai perahu nelayan mangkrak di kolam Pelabuhan Muncar mengganggu pergerakan nelayan, Jumat (10/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
TENGGELAM: Bangkai perahu nelayan mangkrak di kolam Pelabuhan Muncar mengganggu pergerakan nelayan, Jumat (10/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas nelayan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, kini dibayangi ancaman serius. Puluhan bangkai perahu dan kapal yang rusak dibiarkan tenggelam di kolam pelabuhan, sehingga mengganggu jalur keluar masuk perahu nelayan dan memicu kecelakaan saat hendak melaut.

Kondisi tersebut dikeluhkan para nelayan karena bangkai perahu yang berada di bawah permukaan air sulit terlihat, terutama saat dini hari ketika mereka berangkat mencari ikan. Tidak sedikit perahu nelayan yang akhirnya menabrak bangkai kapal hingga mengalami kerusakan.

Salah seorang nelayan, Kosim, mengungkapkan jumlah bangkai perahu dan kapal yang tenggelam di kolam Pelabuhan Muncar sudah mencapai puluhan unit. Sebagian besar merupakan perahu milik nelayan yang mengalami kerusakan berat dan sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Akibat keterbatasan biaya, pemilik perahu memilih membiarkan kapal tersebut tenggelam di area pelabuhan.

“Mungkin sudah puluhan. Sering terjadi tabrakan perahu nelayan dengan bangkai kapal serta belum pernah dibersihkan,” katanya.

Menurut Kosim, persoalan ini bukan hal baru. Bangkai perahu yang menumpuk di kolam pelabuhan sudah lama menjadi ancaman bagi aktivitas nelayan. Jalur yang seharusnya menjadi akses utama menuju laut kini berubah menjadi titik rawan kecelakaan.

Ia mengaku belum lama ini perahu miliknya juga menjadi korban. Saat hendak melintas di area kolam pelabuhan, perahu yang dikemudikannya menabrak bangkai kapal yang tenggelam, hingga menyebabkan lambung kapal bocor.

“Perahu saya baru selesai diperbaiki karena bocor usai menabrak bangkai kapal,” ujarnya.

Insiden tersebut membuatnya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan perahu. Bagi nelayan, kerusakan perahu bukan hanya soal biaya, tetapi juga hilangnya waktu melaut yang berdampak langsung pada pendapatan harian.

Kosim menambahkan, dirinya sudah berkali-kali melaporkan persoalan tersebut kepada UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar. Bahkan, laporan itu disebut telah disampaikan sekitar 12 kali, namun hingga kini belum ada penanganan menyeluruh.

Menurutnya, kendala utama berada pada tingginya biaya operasional untuk proses pengangkatan bangkai kapal dari dasar kolam.

“Pernah sempat mencoba dibersihkan pada tahun 2025 menjelang petik laut. Namun, pengangkatan sangat sulit, jadi hanya satu atau dua perahu yang berhasil diangkat. Sedangkan di tengah kolam masih banyak,” terangnya.

Upaya pembersihan yang pernah dilakukan tersebut dinilai belum efektif. Sebab, sebagian besar bangkai kapal masih berada di tengah kolam dan tetap menjadi ancaman laten bagi nelayan.

Keluhan serupa juga mendapat perhatian aparat kepolisian perairan. Kanit Satpolairud Muncar, Aipda Wayan Wedhana, membenarkan adanya insiden perahu bocor akibat menabrak bangkai kapal.

Menurut dia, peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu (4/4) lalu. Sebuah perahu nelayan mengalami kebocoran setelah menabrak bangkai perahu yang sudah lama tenggelam di kolam pelabuhan.

Beruntung, nelayan yang berada di sekitar lokasi bergerak cepat memberikan pertolongan sehingga perahu dan seluruh penumpangnya berhasil diselamatkan.

“Perahu yang bocor itu menabrak bangkai perahu yang sudah lama tenggelam di kolam,” pungkasnya.

Kondisi ini membuat para nelayan berharap pemerintah dan pengelola pelabuhan segera melakukan normalisasi kolam serta pengangkatan bangkai perahu secara menyeluruh.

Selain mengganggu kelancaran aktivitas melaut, keberadaan bangkai kapal di Pelabuhan Muncar juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jiwa nelayan.

Jika tidak segera ditangani, kecelakaan serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#bangkai perahu Muncar #kapal tenggelam Muncar #kecelakaan perahu nelayan #Pelabuhan Muncar Banyuwangi #nelayan banyuwangi