Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Sakur 'Miti', Pedagang Jajanan Banyuwangi Viral: Jualan 12 Jam Sehari, Investasi Emas Demi Beli Rumah

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 13 April 2026 | 04:00 WIB
PEKERJA KERAS: Sakur alias Miti menjajakan dagangan di Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Sabtu pagi (11/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PEKERJA KERAS: Sakur alias Miti menjajakan dagangan di Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Sabtu pagi (11/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Sakur alias “Miti” kini semakin dikenal warga di wilayah Banyuwangi. Pedagang jajanan keliling ini tak hanya menjual aneka kue dan gorengan, tetapi juga menghadirkan hiburan lewat gaya berjualannya yang jenaka dan penuh energi.

Suaranya yang khas bahkan mampu terdengar dari jarak jauh. “Onde-onde, risol, bikang, piscok, apem, tahu mercon!” teriaknya lantang, memecah suasana di sekitar Grha Pena Banyuwangi, Sabtu pagi (11/4).

Meski terdengar sederhana, di balik gaya khasnya itu tersimpan kisah perjuangan hidup yang inspiratif. Sakur (38), warga Dusun Cungkingan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, adalah sosok pekerja keras yang membangun hidupnya dari nol.

Dari Buta Huruf hingga Mandiri

Sakur mengaku hanya sempat mengenyam pendidikan dasar, bahkan tidak sampai lulus. Ia berhenti sekolah sejak kecil karena ketakutan terhadap suntikan vaksin. Dampaknya, hingga kini ia tidak bisa membaca dan menulis.

“Saya buta huruf, tapi kalau uang saya tahu. Nolnya berapa saya paham,” ujarnya sambil tertawa.

Sejak kecil, hidupnya diisi dengan kerja keras. Ia pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga, belajar memasak, membersihkan rumah, hingga mengasuh anak. Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam kehidupannya saat ini.

Ia juga sempat merantau ke Surabaya sebelum akhirnya kembali ke Banyuwangi dan memilih berjualan.

Jualan 12 Jam Sehari, Raup Ratusan Ribu

Kini, Sakur menjalani rutinitas berjualan setiap hari selama kurang lebih 12 jam, mulai pukul 06.00 hingga 18.00. Ia menjajakan berbagai jenis jajanan seperti onde-onde, risol, tahu mercon, roti goreng, apem, hingga piscok dengan harga terjangkau, sekitar Rp 2 ribu per buah.

Wilayah jualannya cukup luas, mulai dari Kecamatan Glagah, Giri, hingga pusat kota Banyuwangi. Ia mengambil dagangan dari produsen lokal di Desa Olehsari dan lingkungan Cungking.

Dalam sehari, Sakur membawa sekitar 500 kue. Jika habis terjual, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 300 ribu per hari.

“Alhamdulillah biasanya habis. Kalau belum habis ya belum pulang,” katanya.

Keunikan Sakur terletak pada cara ia berjualan. Dengan suara melengking dan gaya bercanda, ia mampu menarik perhatian pelanggan. Tak heran, banyak orang menantikan kehadirannya.

Viral di Media Sosial, Dijuluki Artis TikTok

Popularitas Sakur semakin meningkat setelah videonya banyak beredar di media sosial seperti TikTok. Dengan bantuan pelanggan, ia bahkan dijuluki sebagai “artis TikTok”.

Nama “Miti” pun dipilih sebagai identitas agar lebih mudah diingat masyarakat.

“Selain untuk promosi, saya main TikTok juga untuk hiburan,” ujarnya.

Investasi Emas Demi Masa Depan

Meski hidup sederhana, Sakur memiliki pola pikir finansial yang patut dicontoh. Ia menyisihkan penghasilannya untuk membeli perhiasan emas sebagai bentuk investasi.

Menurutnya, emas lebih mudah dicairkan saat dibutuhkan dibandingkan menyimpan uang tunai.

“Kalau ada rezeki lebih, saya belikan emas. Kalau sudah banyak, ingin beli rumah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga telah berhasil melunasi cicilan sepeda motor dan membantu kebutuhan orang tuanya.

Ke depan, Sakur bercita-cita memiliki rumah sendiri dan mengajak kedua orang tuanya tinggal bersamanya.

Inspirasi dari Jalanan Banyuwangi

Kisah Sakur “Miti” menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Dengan kerja keras, kreativitas, dan semangat pantang menyerah, ia mampu bertahan sekaligus menginspirasi banyak orang.

Di tengah hiruk-pikuk jalanan Banyuwangi, suara lantangnya bukan sekadar menawarkan jajanan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, dapat membawa perubahan besar dalam hidup. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sakur Miti Banyuwangi #pedagang jajanan viral #kisah inspiratif pedagang #investasi emas pedagang #UMKM Banyuwangi