Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sambut Musim Kemarau, Petani dan Petugas Pengairan Singojuruh Gotong Royong Bersihkan Irigasi Sungai Badeng

Zamrozi Wahyu • Kamis, 9 April 2026 | 03:00 WIB
MENUMPUK: Petugas Pengairan dan petani bersihkan walet untuk perlancar aliran air menjelang MK 1 di Sungai Badeng Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh pada Senin (6/4). (Heru Mayangkoro for Radar Banyuwangi)
MENUMPUK: Petugas Pengairan dan petani bersihkan walet untuk perlancar aliran air menjelang MK 1 di Sungai Badeng Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh pada Senin (6/4). (Heru Mayangkoro for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang datangnya musim kemarau, petugas pengairan bersama para petani di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, mulai melakukan langkah antisipasi agar pasokan air ke area persawahan tetap lancar.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah gotong royong membersihkan saluran irigasi dan aliran sungai, atau yang biasa dikenal dengan istilah gelontor walet, yakni pengerukan sedimen dan sampah yang menghambat aliran air.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Senin (6/4) di aliran Sungai Badeng, tepatnya di sekitar Dam Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Petugas dari Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Singojuruh bersama petani setempat turun langsung ke lokasi untuk membersihkan endapan lumpur dan material lain yang menumpuk di saluran.

Langkah ini dinilai penting karena debit sungai biasanya mulai menurun saat memasuki musim kemarau.

Jika tidak dibersihkan, aliran air menuju lahan pertanian dikhawatirkan terganggu.

Juru Dam Garit, Heru Mayangkoro, mengatakan musim kemarau pertama atau MK 1 diperkirakan mulai berlangsung pada Mei mendatang.

Meski saat ini hujan masih sesekali turun, persiapan harus dilakukan lebih awal.

“Meski masih sering hujan, saat ini sudah hampir MK 1, jadi harus melakukan persiapan,” katanya.

Menurut Heru, salah satu langkah paling efektif untuk menghadapi musim kemarau adalah memastikan aliran sungai dan irigasi tetap lancar.

Karena itu, petugas pengairan bersama petani melakukan gelontor walet di sekitar aliran Sungai Badeng.

Kegiatan ini difokuskan pada area yang mengalami penumpukan sedimen cukup tinggi.

“Pada Senin petugas pengairan bersama petani setempat melakukan gelontor walet di sekitar aliran Sungai Badeng,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tinggi sedimen di bagian atas Dam Garit yang mengarah ke persawahan mencapai sekitar dua meter.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi air ke sawah apabila tidak segera dibersihkan.

“Sudah dilakukan gelontor walet bersama petani,” katanya.

Pembersihan ini diharapkan mampu memperlancar aliran air menuju lahan pertanian di wilayah Singojuruh dan sekitarnya.

Heru menambahkan, pada kondisi normal, debit air di Dam Garit mencapai sekitar 865 liter per detik.

Namun saat musim kemarau, debit air bisa turun drastis hingga hanya 108 liter per detik.

Penurunan ini menjadi tantangan serius bagi petani, terutama saat masa tanam.

“Aliran air sangat minim, sehingga perlu diperlancar dengan membersihkan saluran. Kalau dibiarkan, petani tidak dapat air,” terangnya.

Karena itu, kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi upaya teknis pengairan, tetapi juga bentuk kolaborasi antara petugas dan petani untuk menjaga produktivitas pertanian.

Dengan saluran yang bersih, distribusi air diharapkan tetap optimal meski debit sungai menurun saat kemarau.

Para petani berharap langkah antisipatif ini dapat menjaga kebutuhan air sawah sehingga proses tanam dan panen tidak terganggu saat memasuki musim kemarau pertama. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Singojuruh Banyuwangi #irigasi persawahan #dam garit #sungai badeng #musim kemarau