Warga Rogojampi Panik, Ular Kobra Diduga Masuk Plafon Rumah di Pengatigan Namun Hilang Saat Dievakuasi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 01:00 WIB
EVAKUASI: Petugas Damkarmat Banyuwangi berusaha menemukan ular kobra di plafon rumah warga Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Selasa sore (7/4). (Kadavi for Radar Banyuwangi)
EVAKUASI: Petugas Damkarmat Banyuwangi berusaha menemukan ular kobra di plafon rumah warga Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Selasa sore (7/4). (Kadavi for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya pencarian dan evakuasi satwa liar tidak selalu berakhir dengan hasil yang diharapkan. Hal itu terjadi dalam penanganan laporan ular kobra yang diduga masuk ke plafon rumah warga di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Selasa sore (7/4).

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi yang datang ke lokasi sempat melakukan pencarian intensif selama hampir satu jam.

Namun, ular berbisa yang dilaporkan warga tidak berhasil ditemukan.

Peristiwa itu bermula saat seorang warga bernama Evi, 35, panik setelah menduga ada ular kobra berada di bagian plafon rumahnya.

Karena khawatir membahayakan keselamatan keluarga, ia langsung meminta bantuan petugas Damkarmat untuk melakukan evakuasi.

Laporan tersebut masuk sekitar pukul 15.16 WIB.

Petugas Damkarmat Banyuwangi, Muamar Kadavi, mengatakan setelah menerima laporan, tim segera menyiapkan perlengkapan dan berangkat menuju lokasi.

“Mendapatkan laporan itu, petugas mempersiapkan peralatan dan berangkat menuju lokasi,” katanya.

Sesampainya di rumah pelapor, tim langsung melakukan penyisiran di area plafon dan sekitar rumah.

Pencarian dilakukan secara teliti, termasuk memeriksa sela-sela atap, plafon, serta titik-titik yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Namun setelah sekitar 50 menit pencarian, keberadaan ular tidak ditemukan.

Petugas menduga ular telah berpindah tempat melalui celah atap rumah.

“Binatang yang diduga ular kobra itu berpindah tempat melalui sela-sela genting,” ujarnya.

Meski pencarian tidak membuahkan hasil, petugas tetap memberikan edukasi kepada warga terkait langkah antisipasi apabila hewan melata masuk rumah.

Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika kembali melihat keberadaan ular atau satwa liar lain yang berpotensi membahayakan.

Kadavi menjelaskan, kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan di Banyuwangi membuat ular rawan masuk ke permukiman warga.

Saat musim hujan, ular biasanya mencari tempat yang lebih hangat, kering, dan aman untuk berlindung.

Rumah warga sering menjadi sasaran, terutama jika lingkungan kurang bersih dan banyak sumber makanan seperti tikus atau cicak.

“Hujan yang sering melanda wilayah Banyuwangi menyebabkan hewan melata seperti ular rawan masuk rumah. Untuk itu, kebersihan lingkungan terutama rumah harus diperhatikan,” jelasnya.

Selain menjaga kebersihan, warga juga diimbau membasmi hewan yang menjadi mangsa ular.

Tikus dan cicak yang banyak ditemukan di rumah bisa menjadi alasan ular masuk ke area permukiman.

Petugas juga mengingatkan agar warga menutup lubang atau celah di rumah yang berpotensi menjadi akses masuk ular.

“Juga tutup lubang yang ada di rumah. Sebab, di saat musim hujan, biasanya ular berlindung di tempat yang dirasa aman seperti di rumah. Terlebih, terdapat makanannya di dalamnya,” pungkasnya.

Jika situasi serupa kembali terjadi, masyarakat diminta segera menghubungi petugas Damkarmat agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan menghindari risiko gigitan ular berbisa. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
evakuasi ular ular kobra Banyuwangi Damkarmat Banyuwangi rogojampi Desa Pengatigan