RADARBANYUWANGI.ID – Warga dan pengendara yang melintas di jalur nasional kawasan Gunung Gumitir, perbatasan Banyuwangi–Jember, diminta meningkatkan kewaspadaan. Dua titik tebing di ruas jalan raya kawasan tersebut dilaporkan longsor pada Rabu (8/4) sekitar pukul 15.00.
Lokasi longsor berada di kilometer 238+700 dan 237+200, tepatnya sebelum dan sesudah patung Gandrung di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Material longsoran sempat menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa reruntuhan.
Namun, kondisi tebing yang masih labil membuat jalur tersebut rawan longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih kerap mengguyur wilayah Gumitir.
Agen Informasi BPBD Jawa Timur, Ismanto Untung, mengatakan kawasan Gunung Gumitir diguyur hujan deras sejak siang sebelum longsor terjadi.
Akibat tingginya curah hujan, dua titik tebing di sisi jalan mengalami ambrol hampir bersamaan.
“Ada dua lokasi yang longsor. Satu titik tebing di barat patung Gandrung, satu lagi plengsengan di timur patung Gandrung,” katanya.
Mendapat laporan dari warga, tim BPBD bersama petugas terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Menurut Ismanto, titik longsor di sebelah timur patung Gandrung memiliki kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Material tanah yang ambrol di lokasi tersebut memiliki bentangan lebih dari enam meter.
“Di lokasi satu, yaitu di timur patung Gandrung, longsorannya cukup lebar. Lebih dari enam meter dan cukup membahayakan,” ungkapnya.
Sementara di titik kedua, yakni di sebelah barat patung Gandrung, lebar longsoran bahkan mencapai sekitar 10 meter.
Meski sebagian material telah berhasil dievakuasi, petugas tetap meminta masyarakat berhati-hati saat melintas.
“Titik kedua bisa dievakuasi dan sekarang kondusif. Hanya saja perlu kewaspadaan karena bisa terjadi longsor susulan karena hujan masih kerap terjadi,” tandasnya.
Kondisi ini membuat aparat kepolisian bersama relawan menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas di salah satu titik yang dinilai paling rawan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko kendaraan terlalu mendekat ke tepi jalan yang mengalami kerusakan.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi melalui Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat dari dua arah.
“Kami beri pembatas seadanya dulu. Sementara satu titik kita berlakukan buka tutup karena membahayakan jika ada kendaraan terlalu ke pinggir,” ujarnya.
Petugas kepolisian bersama BPBD dan relawan terus bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemacetan maupun longsor lanjutan.
Jalur Gumitir sendiri merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember dan wilayah barat Jawa Timur.
Karena itu, gangguan sekecil apa pun di jalur ini berpotensi menimbulkan antrean panjang kendaraan.
“Ini rawan macet, apalagi jika intensitas hujan tinggi, longsoran berpotensi melebar,” kata Aries.
Selain pengaturan lalu lintas, langkah mitigasi darurat juga dilakukan di area longsoran.
Petugas dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur memasang terpal di bagian tebing yang ambrol.
Pemasangan terpal bertujuan mengurangi resapan air hujan yang bisa memperparah kerusakan dan memicu longsor lanjutan.
“Kami tutup menggunakan terpal agar tidak merembes dan tambah merembet kerusakannya,” ucapnya.
Masyarakat yang hendak melintas di jalur Gumitir diimbau untuk memantau kondisi cuaca dan mengurangi kecepatan, terutama saat melintasi area sekitar patung Gandrung yang saat ini menjadi titik rawan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin