Dari Desa Tertinggal Jadi Percontohan Anti Korupsi, Ini Kisah Untung Suripno Bangun Desa Sukojati Banyuwangi

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 08:49 WIB
TERSIMPAN RAPI: Sejumlah piala, termasuk penghargaan desa anti korupsi yang diraih Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, masih terjejer rapi di kantor desa setempat Selasa (7/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
TERSIMPAN RAPI: Sejumlah piala, termasuk penghargaan desa anti korupsi yang diraih Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, masih terjejer rapi di kantor desa setempat Selasa (7/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah berbagai dinamika yang sempat mengemuka, perjalanan Desa Sukojati menjadi salah satu desa percontohan anti korupsi patut mendapat perhatian.

Desa yang berada di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi ini berhasil bangkit dari status desa tertinggal menjadi desa berprestasi di tingkat regional hingga nasional.

Transformasi tersebut tidak lepas dari peran Kepala Desa Untung Suripno yang telah memimpin selama tiga periode sejak 2010. Di bawah kepemimpinannya, Sukojati mampu keluar dari keterpurukan dan berbenah secara bertahap.

Salah satu capaian paling menonjol adalah penetapan Sukojati sebagai Desa Percontohan Anti Korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2022.

Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penilaian ketat terkait transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan desa.


Pernah Masuk Desa Tertinggal

Sekretaris Desa Sukojati, Muhamad Aris, mengungkapkan bahwa pada 2017 desa tersebut sempat masuk dalam kategori desa tertinggal. Bahkan saat itu, Sukojati menjadi salah satu dari tiga desa dengan status serupa di Banyuwangi.

“Selama Pak Kades Untung Suripno menjabat, kami pernah berada di titik terendah sebagai desa tertinggal. Namun kondisi itu justru menjadi semangat untuk bangkit,” ujarnya.

Menurut Aris, titik balik tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga pelayanan publik.


Raih Prestasi Tingkat Nasional dan Provinsi

Upaya pembenahan yang dilakukan secara konsisten akhirnya membuahkan hasil. Pada 2022, selain ditetapkan sebagai desa anti korupsi, Sukojati juga meraih penghargaan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Tidak berhenti di situ, pada 2023 desa ini kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan tertib kearsipan tingkat Provinsi Jawa Timur. Sementara di tingkat kabupaten, Sukojati secara konsisten masuk dalam 10 besar desa terbaik dalam pelaporan pertanggungjawaban keuangan setiap akhir tahun.

“Untuk tahun 2024 hingga sekarang, kami fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sehingga program-program lebih diarahkan ke peningkatan kapasitas masyarakat,” jelas Aris.


Peran Masyarakat dan Kepemimpinan Merakyat

Aris menegaskan, seluruh capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia juga menilai sosok Untung Suripno sebagai pemimpin yang sederhana dan dekat dengan warga.

“Beliau orangnya lugu, ndeso, tapi sangat merakyat. Justru itu yang membuat masyarakat mudah menerima arah kebijakan yang diberikan,” katanya.

Ia bahkan menceritakan pengalaman unik yang menggambarkan kesederhanaan sang kepala desa. Saat mengurus penghargaan ke Jakarta, Untung sempat kehilangan ponsel karena terlalu percaya kepada orang asing.

“Karena tidak mau ribet, HP-nya diberikan ke orang asing untuk mencatat nomor. Ternyata malah dibawa kabur,” ujarnya.


Komitmen Menuju Desa Maju dan Bersih

Kisah Desa Sukojati menjadi contoh nyata bahwa desa tertinggal pun bisa bangkit dengan kepemimpinan yang konsisten dan dukungan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta inovasi menjadi kunci utama dalam transformasi tersebut.

Dengan berbagai capaian yang diraih, Sukojati kini tidak hanya menjadi desa maju, tetapi juga simbol komitmen dalam membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

Ke depan, pemerintah desa berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan, sehingga Sukojati bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Untung Suripno desa anti korupsi KPK banyuwangi Desa Sukojati