RADARBANYUWANGI.ID – Desa Tampo, Kecamatan Cluring, layak menyandang status sebagai salah satu sentra batik di Banyuwangi. Di desa yang dipimpin Kepala Desa Dr Hasim Ashari MSi itu, terdapat satu lingkungan yang mayoritas warganya menggantungkan hidup sebagai perajin batik.
Kawasan tersebut berada di Dusun Simbar, yang sejak beberapa tahun terakhir dikenal sebagai Kampung Batik. Membatik di wilayah ini bukan sekadar upaya melestarikan warisan budaya, tetapi telah berkembang menjadi penggerak utama ekonomi warga.
Batik Jadi Poros Ekonomi Warga Dusun Simbar
Aktivitas membatik di Dusun Simbar kini menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif unggulan di desa tersebut.
Sejak ditetapkan sebagai Kampung Batik pada 2016, kawasan ini terus berkembang dan berhasil memberdayakan masyarakat sekitar.
Peresmian kampung batik kala itu dilakukan oleh mantan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sebagai bagian dari penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di tingkat desa.
Kepala Desa Tampo, Dr Hasim Ashari, menjelaskan bahwa perkembangan industri batik di desanya cukup signifikan.
Awalnya hanya ada satu perajin, namun kini jumlah rumah produksi bertambah menjadi lima unit.
“Dari awalnya hanya satu perajin, saat ini sudah ada lima perajin. Bahkan sudah menyerap puluhan tenaga kerja yang mayoritas ibu-ibu dan anak muda,” ujarnya.
Keberadaan rumah produksi tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga warga sekitar.
Mayoritas tenaga kerja berasal dari kalangan ibu rumah tangga serta generasi muda desa.
Siapkan Regenerasi, Pelatihan Membatik Rutin Digelar
Pemerintah Desa Tampo menyadari bahwa keberlanjutan Kampung Batik sangat bergantung pada regenerasi perajin.
Karena itu, pelatihan membatik rutin digelar untuk masyarakat.
Program terbaru yang tengah disiapkan adalah pelatihan membatik dengan pewarna alami.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mengikuti tren pasar yang mulai mengarah pada produk ramah lingkungan.
“Kami undang narasumber dari Jogjakarta agar warga bisa paham menggunakan pewarna bukan hanya sintetis, tetapi juga pewarna alami,” tandas Hasim.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing batik Tampo di pasar lokal maupun luar daerah.
Kenalkan Batik Sejak Usia Dini
Selain menyasar masyarakat umum, Pemdes Tampo juga fokus mengenalkan dunia batik kepada generasi muda sejak dini.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan membatik untuk siswa sekolah dasar.
Seluruh perlengkapan, mulai dari alat, bahan, hingga instruktur, disiapkan langsung oleh pemerintah desa.
“ Kami gelar pelatihan bagi siswa SD. Kami yang menyiapkan peralatan, bahan, dan instruktur. Siswa diajak membatik mulai mencanting sampai pewarnaan,” jelasnya.
Program ini menjadi bagian dari strategi regenerasi agar minat anak-anak terhadap seni membatik terus tumbuh.
Dengan cara tersebut, desa berharap akan lahir perajin-perajin baru di masa mendatang.
Pelatihan untuk Anak Disabilitas
Komitmen Desa Tampo dalam pelestarian batik juga menyasar kelompok inklusif.
Pada 2025 lalu, pemerintah desa menggelar pelatihan membatik bagi anak-anak disabilitas se-Kecamatan Cluring.
Program tersebut menjadi bentuk pemberdayaan sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi penyandang disabilitas.
“Harapan kami batik Tampo ini semakin dikenal sehingga perajin bisa bertambah dan bisa menyerap semakin banyak tenaga kerja,” tutur Hasim.
Langkah ini mendapat apresiasi karena selain menjaga budaya, juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok rentan.
Akan Tampil di Tampo Fair dan Banyuwangi Festival
Produk-produk batik hasil karya warga Desa Tampo secara rutin dipamerkan dalam berbagai event desa dan kabupaten.
Salah satu agenda terdekat adalah Tampo Fair, yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) atau Banyuwangi Attraction.
Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Mei mendatang.
“Tampo Fair yang masuk rangkaian B-Fest akan digelar di pekan awal Mei. Di sana produk UMKM seperti batik ini dipamerkan,” pungkasnya.
Ajang ini diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperluas pasar batik Tampo sekaligus memperkuat posisi Desa Tampo sebagai salah satu sentra batik unggulan Banyuwangi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin