RADARBANYUWANGI.ID - Sosok Ahmad Turmudzi atau yang akrab disapa Gus Turmudzi kini resmi memimpin PCNU Banyuwangi untuk masa khidmat 2026–2031.
Terpilih melalui proses Konferensi Cabang yang dinamis, figur muda ini membawa harapan baru bagi konsolidasi Nahdlatul Ulama di Bumi Blambangan.
Terpilih Lewat Konfercab Dinamis dan Kompetitif
Gus Turmudzi ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah dalam forum Konfercab XVI NU Banyuwangi yang berlangsung awal Januari 2026.
Proses pemilihan berlangsung alot dengan dua kandidat kuat, yakni Ahmad Turmudzi dan Arif Fauzi.
Dari total suara Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Gus Turmudzi berhasil meraih 16 suara, unggul atas rivalnya yang memperoleh 9 suara.
Kemenangan tersebut mencerminkan kepercayaan mayoritas struktur NU di tingkat kecamatan terhadap kepemimpinannya.
Resmi Dilantik di Pesantren Minhajut Thullab
Kepengurusan baru PCNU Banyuwangi resmi dilantik pada 4 April 2026 di Pondok Pesantren Minhajut Thullab.
Dalam struktur baru tersebut, KH Fachruddin Mannan didapuk sebagai Rais Syuriyah, sementara Gus Turmudzi menjabat Ketua Tanfidziyah.
Pelantikan ini menandai dimulainya era baru kepemimpinan NU Banyuwangi yang menitikberatkan pada kolaborasi, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Dari Kepala Desa ke Panggung Organisasi Keagamaan
Sebelum memimpin PCNU, Gus Turmudzi dikenal sebagai Kepala Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Pengalamannya di pemerintahan desa menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan masyarakat akar rumput.
Sebagai tokoh muda NU, ia juga aktif dalam kegiatan sosial keagamaan, menjadikannya figur yang dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki basis dukungan kuat di kalangan Nahdliyin.
Komitmen Bangun Kolaborasi dan Kesejahteraan Umat
Dalam pernyataan perdananya, Gus Turmudzi menegaskan bahwa PCNU Banyuwangi tidak bisa berjalan sendiri.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru PCNU.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.
Fokus Konsolidasi Internal dan Penguatan Akar Rumput
Pasca pelantikan, langkah awal yang dilakukan Gus Turmudzi adalah konsolidasi internal organisasi.
Ia menargetkan penyatuan visi antara jajaran Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, sekaligus memperkuat struktur hingga tingkat ranting berbasis masjid dan musala.
Menurutnya, penguatan di tingkat akar rumput menjadi kunci untuk menghidupkan kembali kegiatan keumatan yang sempat melemah dalam beberapa tahun terakhir.
Visi: Merajut Harmoni dan Menguatkan Khidmah
Konfercab XVI NU Banyuwangi mengusung tema peneguhan khidmah dan merajut harmoni.
Tema ini selaras dengan visi kepemimpinan Gus Turmudzi yang ingin menjadikan NU sebagai perekat sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai pesantren, memperkuat pendidikan, serta membangun solidaritas antar elemen masyarakat.
Harapan Baru Nahdliyin Banyuwangi
Terpilihnya Gus Turmudzi membawa optimisme baru bagi warga NU di Banyuwangi.
Figur muda dengan pengalaman birokrasi dan basis sosial yang kuat ini diharapkan mampu membawa organisasi lebih adaptif menghadapi tantangan zaman.
Dengan duet kepemimpinan bersama KH Fachruddin Mannan, PCNU Banyuwangi diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin