Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gus Makki Serukan Akhiri Polemik, Ajak Warga NU Banyuwangi Kembali Berkhidmat

Zamrozi Wahyu • Minggu, 5 April 2026 | 05:00 WIB
KOMPAK: Gus Makki berfoto bersama dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi, bendahara Junaedi, Rais Syuriyah KH  Fachruddin Mannan, dan KH  Zainullah Marwan. (Dedy Jumhardiyanto for Radar Banyuwangi)
KOMPAK: Gus Makki berfoto bersama dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi, bendahara Junaedi, Rais Syuriyah KH Fachruddin Mannan, dan KH Zainullah Marwan. (Dedy Jumhardiyanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Momentum pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 dimanfaatkan sebagai ajang rekonsiliasi. 

KH Moh Ali Makki Zaini atau yang akrab disapa Gus Makki menyerukan agar seluruh warga nahdliyin mengakhiri polemik yang sempat mengemuka selama proses Konferensi Cabang (Konfercab).

Gus Makki yang hadir langsung dalam pelantikan di GOR Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Sabtu (4/4), mengaku bersyukur atas tuntasnya dinamika panjang yang sempat terjadi.

Ia mengungkapkan, pondok pesantren yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi Konfercab pada 2024 itu akhirnya menjadi tempat pelantikan kepengurusan baru PCNU Banyuwangi.

“Setelah sempat tidak ada kepastian selama dua tahun, alhamdulillah hari ini PCNU Banyuwangi resmi definitif dengan pengurus yang baru dilantik,” ujarnya.

Ketua PCNU Banyuwangi periode 2018–2023 tersebut menegaskan, sudah saatnya seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Banyuwangi menatap ke depan dan meninggalkan perbedaan yang sempat terjadi.

“Kami mengajak seluruh warga nahdliyin di Banyuwangi untuk menyudahi berbagai polemik yang sempat terjadi selama proses Konfercab,” tegasnya.

Menurut Gus Makki, soliditas internal menjadi kunci utama dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari pengurus ranting hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), untuk kembali fokus pada pengabdian.

“Sudah saatnya kita semua, khususnya pengurus ranting dan MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi, untuk mengakhiri polemik dan kembali berkhidmat dengan sungguh-sungguh,” pintanya.

Ia juga menekankan bahwa semangat khidmat harus menjadi fondasi utama dalam berorganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, ia optimistis PCNU Banyuwangi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pelantikan kepengurusan baru ini, lanjutnya, diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, sosial, hingga kemasyarakatan.

“Dengan kebersamaan, insyaallah NU Banyuwangi akan semakin kuat dan mampu memberikan kemaslahatan bagi umat,” tambahnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa usai prosesi pelantikan. Dalam momen simbolis, Gus Makki bersama KH Zainullah Marwan meraih tangan Ketua Tanfidziyah Ahmad Turmudi dan Rais Syuriyah KH Fachruddin Mannan.

Momen tersebut turut disaksikan Bendahara PCNU Banyuwangi H Junaedi atau yang akrab disapa Pak Jo.

Kebersamaan itu menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama untuk membawa PCNU Banyuwangi ke arah yang lebih solid.

Pelantikan yang dipusatkan di Ponpes Minhajut Thullab ini pun diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi, sekaligus memperkuat sinergi antar elemen Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.

Dengan berakhirnya polemik dan dimulainya kepengurusan baru, harapan besar disematkan agar NU Banyuwangi semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan umat. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#ponpes minhajut thullab #pelantikan PCNU #Gus Makki #nahdlatul ulama #pcnu banyuwangi