Persiapan Haji 2026 di Banyuwangi Capai 95 Persen, Empat Kloter Siap Berangkat Mulai Mei

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 14:44 WIB
Rapat koordinasi pemberangkatan haji tahun 2026 di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Kamis (2/4/2026). (Toha/Radar Banyuwangi)
Rapat koordinasi pemberangkatan haji tahun 2026 di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Kamis (2/4/2026). (Toha/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Banyuwangi dilaporkan telah mencapai lebih dari 95 persen. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, termasuk pemberangkatan jamaah yang akan dimulai pada Mei mendatang.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah dalam hal ini perwakilan Kesra Pemkab Banyuwangi H. Wahab, dan Forum KBIHU. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyuwangi (Kemenhaj), Rifan, menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan serta memperkuat koordinasi antar pihak.

“Alhamdulillah pada siang hari ini kita bisa hadir, berkumpul dan bersilaturahmi bersama. Dalam suasana Syawal ini kami juga memohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan dalam pelayanan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Plt Kemenhaj Banyuwangi, Rifan. (Toha/Radar Banyuwangi)
Plt Kemenhaj Banyuwangi, Rifan. (Toha/Radar Banyuwangi)

Ia menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan haji langsung di bawah Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru. Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai sangat penting.

“Tugas berat ini tidak mungkin dilaksanakan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak sebagai mitra strategis,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Menteri Haji dan Umrah RI, seluruh persiapan operasional berjalan sesuai rencana.

“Persiapan sudah di atas 95 persen, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga penerbangan. Sampai hari ini tidak ada perubahan,” tegasnya.

Pemerintah memastikan jadwal keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana. Kloter pertama secara nasional dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.

Sementara itu, untuk Banyuwangi, pemberangkatan jamaah dimulai pada 12 Mei 2026. Empat kloter telah disiapkan dengan rincian waktu masuk asrama yang berbeda.

“Mindset kita harus sudah siap berangkat. Sekarang sudah masuk hitung mundur,” ungkapnya.

Kabupaten Banyuwangi akan memberangkatkan jamaah dalam empat kelompok terbang (kloter), masing-masing dengan jumlah ratusan jamaah.

Kloter 82 dan 83 dijadwalkan masuk asrama pada 12 Mei 2026 dengan waktu berbeda, sementara kloter 84 dan 85 masuk pada 13 Mei 2026.

Total jamaah per kloter rata-rata mencapai 376 orang, termasuk jamaah dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dan jamaah mandiri dari berbagai kecamatan.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan kendala, termasuk dampak situasi global di Timur Tengah.

“Semua kemungkinan sudah dimitigasi, dari yang terbaik sampai terburuk. Kalau pun ada perubahan, kemungkinan hanya pada jadwal penerbangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi di Arab Saudi dinilai aman untuk pelaksanaan ibadah haji, sebagaimana terlihat dari penyelenggaraan umrah yang tetap berjalan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan, terutama terkait permintaan data pribadi.

“Kalau ada yang meminta NIK atau foto KTP, itu bukan dari Kementerian. Tolong tidak dipenuhi,” tegasnya.

Selain itu, jamaah diminta segera melaporkan jika terdapat kesalahan data seperti nama atau foto, mengingat masa perbaikan data dibatasi hingga 5 April 2026.

Pemerintah berharap jamaah tetap fokus mempersiapkan diri menjelang keberangkatan, baik secara fisik maupun administrasi.

“Tidak perlu ragu. Pemerintah memastikan pelaksanaan haji tetap berjalan. Yang penting sekarang adalah kesiapan jamaah,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
persiapan haji banyuwangi