Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gas LPG 3 Kg Langka di Muncar Banyuwangi, Agen Kehabisan Stok hingga Antrean Berhari-hari

Zamrozi Wahyu • Rabu, 1 April 2026 | 08:30 WIB
TABUNG KOSONG: Stok gas elpiji di salah satu agen Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar selalu habis dalam sehari, Selasa (31/3). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
TABUNG KOSONG: Stok gas elpiji di salah satu agen Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar selalu habis dalam sehari, Selasa (31/3). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon masih menjadi persoalan serius di wilayah Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat selama momen Lebaran membuat pasokan tidak mampu mengimbangi permintaan, sehingga stok di tingkat agen dan pengecer kerap habis.

Hingga Selasa (31/3), sejumlah toko penyedia LPG 3 kg di Muncar terlihat hanya menyisakan tabung kosong.

Sementara itu, kebutuhan masyarakat untuk memasak masih tergolong tinggi, terutama pasca perayaan Idul Fitri.

Salah satu warga Desa Kedungrejo, Salamun, mengungkapkan bahwa kelangkaan gas melon di wilayahnya sudah terjadi sejak sekitar satu minggu sebelum Lebaran.

Menurutnya, kondisi paling parah terjadi menjelang hari raya, tepatnya pada H-2 dan H-1 Idul Fitri. Saat itu, masyarakat benar-benar kesulitan mendapatkan gas.

“Sebelum malam takbiran, sangat sulit mencari gas LPG. Kalau pun ada, harganya bisa sampai Rp 50 ribu per tabung,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat di wilayahnya saat ini hampir sepenuhnya bergantung pada kompor gas.

 Penggunaan tungku tradisional sudah jarang, sehingga ketika gas langka, warga cenderung panik dan berusaha mencari ke berbagai tempat.

Tak sedikit warga yang rela berkeliling hingga ke luar kecamatan demi mendapatkan gas melon. Bahkan, Salamun mengaku pernah mencari hingga ke wilayah Kecamatan Tegaldlimo.

“Saya sempat antre juga saat ada pasar murah di Muncar, tapi tidak kebagian,” ungkapnya.

Lonjakan kebutuhan gas saat Lebaran menjadi salah satu faktor utama kelangkaan. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, gas LPG juga digunakan untuk menyiapkan berbagai hidangan bagi tamu yang datang bersilaturahmi.

Di Muncar, tradisi masyarakat tertentu juga turut meningkatkan konsumsi gas. Misalnya, warga keturunan Madura yang memiliki tradisi memasak lepet saat Lebaran, yang membutuhkan waktu memasak cukup lama.

“Kalau hanya mengandalkan kompor gas dan gasnya langka, ya jadi panik,” katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa kembali menggunakan cara tradisional. Salamun mengaku sempat membuat tungku sederhana di samping rumahnya untuk memasak.

Selain itu, solidaritas antarwarga juga terlihat. Mereka saling bergantian menggunakan gas atau memasak di rumah tetangga.

“Kalau mau buat kopi untuk tamu, kadang numpang masak di tetangga. Begitu juga sebaliknya,” tuturnya.

Saat ini, kondisi kelangkaan mulai berangsur membaik meski belum sepenuhnya normal. Beberapa toko sudah kembali mendapatkan pasokan, namun stok yang tersedia masih cepat habis.

“Kebutuhan sudah mulai turun, jadi tidak separah kemarin. Tapi tetap saja kadang masih kosong,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu agen LPG di Desa Kedungrejo, Ocik, membenarkan bahwa kelangkaan disebabkan oleh lonjakan permintaan yang signifikan.

Menurutnya, momen dua hari besar yang berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, membuat kebutuhan gas melon meningkat drastis.

“Ditambah sekarang banyak orang hajatan yang juga butuh gas dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap hari tokonya menerima pasokan sekitar 130 tabung LPG, kecuali hari Minggu. Namun jumlah tersebut tidak mampu memenuhi permintaan masyarakat yang terus meningkat.

Bahkan, pesanan dari warga sudah menumpuk hingga beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat waktu tunggu pembelian menjadi jauh lebih lama dibanding hari biasa.

“Kalau pesan sekarang, mungkin baru dapat Senin depan. Biasanya pagi datang, malam masih ada. Sekarang bisa nunggu hampir satu minggu,” jelasnya.

Kelangkaan LPG 3 kg di Muncar ini menjadi gambaran nyata ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di lapangan.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan distribusi, sehingga kebutuhan energi rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus antre panjang atau membeli dengan harga tinggi.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi terus berulang, terutama saat momen-momen tertentu dengan tingkat konsumsi tinggi seperti hari besar keagamaan. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#harga LPG naik #LPG 3 kg Muncar #gas melon langka Banyuwangi #antre gas elpiji #kebutuhan gas Lebaran