Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lansia Poniyem Ditemukan Linglung di Gambiran Banyuwangi, Sempat Mengaku dari Jember

Zamrozi Wahyu • Senin, 30 Maret 2026 | 03:17 WIB
DISERAHKAN KE KELUARGA: Poniyem warga Desa/Kecamatan Tegalsari ditemukan dalam kondisi linglung di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, pada Sabtu malam (28/3). (Suyanto for Radar Banyuwangi)
DISERAHKAN KE KELUARGA: Poniyem warga Desa/Kecamatan Tegalsari ditemukan dalam kondisi linglung di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, pada Sabtu malam (28/3). (Suyanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Seorang lanjut usia (lansia) bernama Poniyem, 60, warga Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sempat membuat warga kebingungan setelah ditemukan dalam kondisi linglung di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Sabtu malam (28/3).

Perempuan lanjut usia tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 20.00 berjalan sendirian di tepi jalan raya. Saat itu, kondisinya tampak kebingungan dan tidak mampu memberikan keterangan yang jelas terkait keberadaannya.

Staf Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Gambiran, Suyanto, menjelaskan bahwa warga yang menemukan sempat mencoba menggali informasi dari lansia tersebut. Namun, jawaban yang diberikan justru menimbulkan tanda tanya.

“Dia mengaku bernama Poniyem dan berasal dari Jember. Tapi warga tidak langsung percaya karena logat bicaranya berbeda,” ujarnya.

Merasa khawatir, warga kemudian berinisiatif menyebarkan informasi penemuan lansia tersebut melalui sejumlah grup WhatsApp (WA). Upaya itu membuahkan hasil dalam waktu relatif singkat.

Tak lama setelah informasi beredar, ada warga dari Tegalsari yang menghubungi dan menyatakan bahwa keluarga mereka sedang mencari Poniyem yang hilang sejak sore hari.

“Setelah kami cocokkan identitasnya, ternyata benar yang bersangkutan adalah warga Tegalsari yang sedang dicari keluarganya. Langsung kami serahkan,” jelas Suyanto.

Sementara itu, pihak keluarga mengungkapkan bahwa Poniyem sudah sekitar 11 tahun tinggal di Tegalsari. Sebelumnya, ia memang berasal dari Jember sebelum akhirnya menetap bersama keluarganya di Banyuwangi.

Saat kejadian, Poniyem sempat berpamitan kepada keluarga usai Magrib dengan alasan hendak menuju kandang. Namun, hingga malam hari, ia tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang panik kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah, termasuk menyusuri area sungai. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Sekitar pukul 21.00, keluarga baru mendapat kabar bahwa yang bersangkutan ditemukan di Yosomulyo,” imbuh Suyanto.

Diketahui, jarak antara rumah Poniyem di Tegalsari dengan lokasi ditemukannya di Yosomulyo mencapai kurang lebih dua kilometer. Ia diduga berjalan kaki seorang diri dalam kondisi linglung.

Beruntung, respons cepat warga yang memanfaatkan media sosial, khususnya grup WhatsApp, berhasil mempercepat proses identifikasi dan mempertemukan kembali Poniyem dengan keluarganya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang memiliki risiko mengalami kebingungan atau disorientasi saat berada di luar rumah. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#lansia hilang Banyuwangi #Poniyem Tegalsari #lansia linglung Gambiran #warga Yosomulyo #info WA Banyuwangi #lansia ditemukan