RADARBANYUWANGI.ID - Antrean kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, tampak padat pada Minggu (29/3/2026) pagi. Deretan kendaraan yang didominasi truk dan kendaraan logistik tersebut tercatat mengular hingga empat kilometer dari Pelabuhan Ketapang.
Akibat antrean truk tersebut, beberapa kendaraan pribadi, termasuk bus, ikut terjebak. Mereka tak bisa dengan lancar masuk ke area pelabuhan. Padahal, SKB tentang pembatasan angkutan kendaraan truk masih berlaku hingga Minggu malam.
GM ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan truk logistik terus berdatangan sejak Sabtu (28/3/2026) menuju Pelabuhan ASDP Ketapang. Penerapan buffer zone di beberapa titik seperti Dermaga Bulusan, Terminal Sritanjung, Gudang Pusri dan Pelabuhan Tanjungwangi menurutnya sudah diberlakukan. Namun tingginya volume kendaraan yang terus berdatangan membuat antrean menjadi semakin panjang.
ASDP sendiri sebelumnya telah memprediksi lonjakan kendaraan yang kemungkinan akan terjadi pada akhir pekan ini. Untuk mengurai kepadatan tersebut, Arief mengatakan enam dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang memberlakukan sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB).
Yaitu tiga dermaga LCM, dermaga MB IV dan dua dermaga di Bulusan. "Portlink VII juga kita siagakan di Bulusan untuk melayani sistem TBB, kapal besar kita prioritaskan mengurai kendaraan logistik," tegas Arief.
Di sisi lain, Arief mengatakan angkutan roda dua dan kendaraan umum di dalam pelabuhan berlangsung lancar. Dermaga ponton yang berisi KMP Prathita juga masih terus difokuskan untuk mengangkut penumpang roda dua.
"Di dalam pelabuhan cenderung lancar. Kendaraan pribadi kita layani dari dermaga MB, sedangkan truk terus kita upayakan terangkut dengan sistem TBB," pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Lugas Rumpakaadi