RADARBANYUWANGI.ID – Tradisi tahunan masyarakat Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, kembali semarak. Puluhan sound horeg dari berbagai daerah memadati Lapangan Sumbersewu dalam gelaran halal bihalal yang dikemas dengan battle sound, Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3).
Event yang telah menjadi agenda rutin sejak puluhan tahun ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung. Warga tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah, datang untuk menyaksikan langsung adu kualitas suara dari sound system berkapasitas besar.
45 Sound Horeg Unjuk Kekuatan
Tercatat sekitar 45 unit sound horeg ambil bagian dalam acara tersebut. Masing-masing sound system rata-rata memiliki kapasitas hingga 24 subwoofer dan diangkut menggunakan truk trailer.
Seluruh sound diputar secara bergantian di tengah lapangan, sementara para penonton berkumpul di sekelilingnya untuk merasakan langsung dentuman suara yang menjadi ciri khas sound horeg.
Ketua panitia, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa kehadiran puluhan sound tersebut merupakan hasil partisipasi masyarakat setempat yang secara swadaya menyewa unit sound untuk memeriahkan halal bihalal.
“Ada sekitar 45 kelompok masyarakat yang menyewa sound horeg dan ditampilkan di Lapangan Sumbersewu,” ujarnya.
Tradisi Sejak 1990, Kini Berskala Nasional
Menurut Zainal, tradisi battle sound di Sumbersewu telah berlangsung sejak tahun 1990. Awalnya, kegiatan ini digelar sebagai bagian dari penyambutan Hari Raya Idul Fitri.
Namun, pada tahun ini pelaksanaan digeser setelah Lebaran dan dipadukan dengan momentum halal bihalal warga.
“Biasanya sebelum Lebaran, tapi sekarang setelah Lebaran dan sekalian halal bihalal,” jelasnya.
Seiring waktu, event ini berkembang menjadi ajang berskala nasional. Peserta tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Tak hanya itu, pengunjung yang datang juga berasal dari luar daerah seperti Jember, Malang, hingga wilayah sekitarnya.
“Pesertanya bukan hanya dari Muncar, tapi juga dari Srono, Desa Rejoagung, Bagorejo, dan daerah lainnya,” tambahnya.
Daya Tarik: Kualitas Suara, Bukan Sekadar Keras
Bagi para pecinta sound horeg, acara ini bukan sekadar hiburan biasa. Lebih dari itu, battle sound menjadi ajang adu kualitas audio dari berbagai brand ternama.
Salah satu pengunjung, Adi Priyanto, 25, warga Desa Tembokrejo, mengaku tidak pernah absen menghadiri acara tersebut setiap tahun.
“Yang didengarkan itu kualitas suara. Meski keras, kalau sound-nya bagus tetap enak didengar,” ungkapnya.
Menurutnya, kesempatan untuk mendengarkan langsung berbagai jenis sound system dalam satu tempat menjadi pengalaman yang jarang ditemukan di acara lain.
Penggerak Ekonomi dan Kebersamaan Warga
Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi lokal. Kehadiran ribuan pengunjung turut menghidupkan aktivitas pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.
Tak kalah penting, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui momentum halal bihalal.
Dengan kemasan yang unik dan terus berkembang, sound horeg Sumbersewu kini bukan hanya sekadar tradisi lokal, tetapi telah menjadi ikon budaya populer yang memperkuat identitas masyarakat Muncar, Banyuwangi.
Event ini pun diharapkan terus berlanjut dan semakin dikenal luas sebagai salah satu daya tarik khas daerah yang mampu menyatukan hiburan, budaya, dan kebersamaan dalam satu panggung. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin