RADARBANYUWANGI.ID - Jamaah calon haji (JCH) Kloter 85 menggelar praktik manasik haji di Pondok Pesantren Al Falah pada Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memantapkan kesiapan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Manasik dibuka secara resmi oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono, didampingi Ketua Kloter 85 Taufik Siradj serta tim kesehatan. Dalam sambutannya, Astono menegaskan bahwa pemahaman teknis ibadah haji menjadi bekal utama bagi jamaah.
“Pemahaman teknis pelaksanaan ibadah haji harus dikuasai dengan baik, sekaligus menjaga kekompakan antarjamaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Kloter 85 sendiri terdiri dari 379 jamaah, dengan komposisi yang cukup beragam. Selain berasal dari Bondowoso, sebanyak 175 jamaah merupakan warga Kabupaten Banyuwangi. Kondisi ini mencerminkan kolaborasi lintas daerah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Penyelenggara kegiatan juga menyampaikan apresiasi kepada KBIHU Sabilillah Banyuwangi yang telah mengirimkan perwakilan pengurus, ketua rombongan (karom), dan ketua regu (karu) untuk memperkuat koordinasi lebih awal.
Sekretaris KBIHU Sabilillah Banyuwangi, Malik Syaifuddin, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya tidak hanya untuk mengikuti manasik, tetapi juga membangun komunikasi awal dengan para petugas kloter.
“Kami sekaligus memperkenalkan ketua rombongan dan ketua regu kepada petugas kloter, agar sejak awal sudah terbangun komunikasi dan koordinasi yang baik. Harapannya, saat di Tanah Suci nanti, seluruh elemen dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah,” ungkapnya.
Ketua Rombongan 2 KBIHU Sabilillah Banyuwangi, Akhmad Kholid Askandar, menekankan pentingnya kesiapan struktur rombongan dalam mendukung kelancaran ibadah.
“Peran karom dan karu sangat strategis karena menjadi penghubung langsung dengan jamaah. Kami ingin memastikan seluruh jamaah terlayani dengan baik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi intens sejak awal guna meminimalisir potensi kendala di lapangan. “Dengan koordinasi yang baik sejak di tanah air, insyaAllah pelayanan di Tanah Suci akan lebih tertata dan jamaah bisa fokus beribadah dengan tenang,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kemenhaj Banyuwangi, Rifan, mendorong seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dalam pelayanan jamaah. “Terima kasih kepada KBIHU Sabilillah yang aktif menjalin kolaborasi dengan Kemenhaj Bondowoso. Harapan kita jamaah Banyuwangi-Bondowoso dalam Kloter 85 dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi