RadarBanyuwangi.id - Dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional, Polresta Banyuwangi menunjukkan komitmen aktif dengan melaksanakan pendampingan terhadap petani jagung di Dusun Purwosari, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung pada Selasa (13/5).
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
Dalam kunjungannya, Bhabinkamtibmas Polsek Siliragung, Bripka Abid Setyo Budi, bertemu langsung dengan petani setempat, Agus, pemilik lahan jagung.
Kehadirannya tidak sekadar simbolis, tetapi juga membawa semangat dan motivasi nyata bagi para petani agar tetap produktif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
“Kehadiran kami merupakan bentuk nyata dukungan terhadap para petani. Ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Bripka Abid.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa institusi Polri turut berperan aktif dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional, termasuk dalam sektor pangan.
“Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani. Dengan hasil panen yang optimal, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Agus, petani yang menerima pendampingan, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari pihak kepolisian.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas. Semoga hasil panen kami tahun ini bisa maksimal dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan keluarga,” ungkapnya dengan optimisme.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kepolisian tidak hanya berfungsi dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan masyarakat.
Institusi kepolisian mampu membangun kepercayaan publik dan mendukung ketahanan nasional dari akar rumput dengan keterlibatan aktif di sektor pertanian.
Inisiatif Polresta Banyuwangi dalam mendampingi petani jagung bukan hanya menjadi langkah konkret mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga memperlihatkan model kerja kolaboratif antara aparat negara dan masyarakat.
Pendekatan seperti ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan serta mewujudkan kemandirian yang berkelanjutan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi