RadarBanyuwangi.id – Perayaan Waisak 2025 di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi berlangsung dengan nuansa yang unik dan mengundang senyum.
Salah satu rangkaian ritual umat Buddha tahun ini adalah pelepasan ratusan ekor ikan lele ke aliran sungai kecil di sekitar Vihara Dhamma Shanti sebagai simbol pelepasan makhluk hidup dan wujud cinta kasih terhadap sesama makhluk.
Namun tak lama setelah prosesi suci itu selesai, pemandangan tak biasa pun terjadi. Sejumlah warga sekitar justru terlihat datang membawa alat pancing dan serokan, bersiap ‘berburu’ lele yang baru saja dilepaskan.
“Memang kegiatan rutin tahunan, imbas baiknya ke masyarakat dan pedagang kaki lima yang juga dapat menambah penghasilan dari acara ini, toleransi umat beragama pun sangat terjaga," kata Imam, salah satu warga yang ikut meramaikan aksi memancing lele.
Beberapa anak-anak bahkan terlihat berbasah-basahan di sungai sambil membawa ember kecil, serok dan pancingan, berlomba-lomba menangkap lele. Suasana pun berubah menjadi semacam festival kecil, lengkap dengan tawa dan canda warga.
Meski terkesan bertolak belakang, pihak Vihara Dhamma Shanti yang mengadakan ritual pelepasan menyebut mereka tidak keberatan.
“Kami tidak melarang. Setelah dilepas, hidup lele memang tidak kami kendalikan. Yang penting niatnya tulus dan prosesnya sesuai,” ujar Giyanto, salah satu Umat Buddha di Curahjati.
Tradisi yang tak tertulis ini justru menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan harmoni antara umat Buddha dan masyarakat sekitar.
Waisak pun menjadi momentum berbagi, bukan hanya dalam makna spiritual, tapi juga dalam kebersamaan yang unik dan membumi. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi