Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diduga Depresi, Seorang Pekerja Swasta Asal Banyuwangi Tewas Disambar Kereta Api Sritanjung

Bagus Rio Rohman • Rabu, 30 April 2025 | 18:04 WIB
Aparat  Polsek Giri mendatangi lokasi  kejadian meninggalnya seorang pria yang tertemper KA Sritanjung di perlintasan kereta api JPL 16, Lingkungan Payaman, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Rabu (30/4).
Aparat Polsek Giri mendatangi lokasi kejadian meninggalnya seorang pria yang tertemper KA Sritanjung di perlintasan kereta api JPL 16, Lingkungan Payaman, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Rabu (30/4).

RadarBanyuwangi.id - Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api JPL 16, Lingkungan Payaman, Kelurahan Giri, Kecamatan Giri, Rabu (30/4).

Kecelakaan tersebut melibatkan Kereta Api Sritanjung nomor perjalanan 280 dengan lokomotif CC 201 83 07 yang sedang dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Surabaya. Peristiwa itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia setelah tertabrak lokomotif.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.22 WIB itu, menewaskan Abdul Gofur, 40, warga Lingkungan Payaman, Giri.

Korban tewas seketika usai disambar KA Sritanjung. Korban diketahui bekerja sebagai karyawan swasta. Dari keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya mengalami depresi.

Atas insiden tersebut, pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Giri, AKP Budi Mujiono bersama tujuh anggotanya dan tiga anggota Satlantas Polresta Banyuwangi, serta satu anggota Babinsa, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan investigasi.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans RSUD Blambangan sekitar pukul 08.15 WIB untuk dilakukan otopsi luar.

Saksi mata, penjaga perlintasan KA JPL 16, Nur Habibi mengatakan, bahwa kecelakaan tersebut terjadi dengan sangat cepat. Korban tidak sempat menghindar saat kereta api melintas.

"Identitas kereta api yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah Kereta Api Sritanjung 280 dengan tujuan Surabaya, kereta api sudah sempat mengerem. Namun, karena jaraknya cukup dekat tetap tidak bisa menghindari korban," katanya.

Kapolsek Giri, AKP Budi Mujiono menyebut, bahwa pihaknya telan mengonfirmasi adik korban jika korban sebelumnya telah menderita depresi (ODGJ).

Pihak keluarga turut memberikan konfirmasi bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa, yang mungkin menjadi faktor penyebab kejadian tersebut.

"Keluarga korban, termasuk adik korban, menerima kejadian ini dengan penuh keprihatinan. Mereka juga mengikuti proses pemakaman yang sesuai dengan permintaan keluarga, termasuk prosesi pemandian jenazah yang dilakukan di RSUD Blambangan," jelasnya.

Budi menjelaskan, peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama dalam hal keselamatan di perlintasan kereta api.

Makanya pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan di sekitar perlintasan kereta api guna menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang.

"Tetap hati-hati, tentu sangat berbaya saat melintasi atau berada di rel kereta api. Jangan sampai insiden terulang lagi," himbaunya. (rio/aif)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pekerja Swasta #sritanjung #depresi #Kereta Api #banyuwangi