RadarBanyuwangi.id - Asian Express, sebuah reality show internasional bergenre adventure race, kembali hadir dalam musim keenamnya dengan menghadirkan tantangan lintas negara di Asia.
Acara produksi televisi Hungaria ini tidak hanya menyuguhkan aksi dan drama kompetisi, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata dan budaya lokal, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu destinasi utama musim ini.
Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai negara yang ditantang untuk menyelesaikan berbagai misi ekstrem di lokasi-lokasi eksotis dengan dana serta fasilitas yang sangat terbatas.
Para peserta harus mengandalkan kreativitas, kemampuan sosial, dan ketahanan fisik untuk bertahan, sekaligus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan di sepanjang perjalanan.
Salah satu ciri khas dari Asian Express adalah keterlibatan aktif masyarakat lokal. Peserta dituntut untuk menjalin interaksi langsung dengan warga sekitar, baik untuk meminta bantuan maupun sebagai bagian dari tantangan yang harus mereka selesaikan.
Pendekatan ini memberikan nuansa humanis yang kuat dan memperkaya narasi budaya dalam setiap episodenya.
Musim ini, Indonesia kembali menjadi sorotan dengan lokasi syuting di berbagai wilayah Pulau Jawa dan Bali. Di antaranya adalah Pulo Majeti (Kota Banjar), Kebumen, Tasikmalaya, serta Banyuwangi.
Pesona keindahan alam dan kekayaan budaya lokal menjadi latar cerita yang memperkaya tayangan ini.
Di Banyuwangi, para peserta melakukan syuting di sejumlah lokasi ikonik seperti Taman Blambangan, pemandian Jopuro, air terjun Jagir, Desa Kemiren, hingga area pengolahan belerang di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.
Dalam salah satu tantangan, peserta bahkan diminta untuk membuat konfigurasi kipas gandrung, melibatkan warga setempat sebagai bagian dari proses tersebut.
Menurut Ainur Rofiq, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, keterlibatan masyarakat serta eksposur yang luas dalam acara ini menjadi kesempatan emas bagi daerah untuk dikenal lebih luas di kancah internasional.
“Kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya dan ikon Banyuwangi. Tayangan ini memiliki rating tinggi di Eropa dan dapat memperluas exposure kita,” ujar Rofiq.
Lebih dari sekadar kompetisi, Asian Express turut mengangkat nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat lokal.
Dalam perjalanannya, peserta tidak hanya melewati rute-rute menantang, tetapi juga diperkenalkan pada ritual tradisional, cerita rakyat, serta kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Setiap misi yang dirancang tidak hanya bertujuan menguji kekuatan fisik dan strategi tim, tetapi juga memperkenalkan penonton internasional pada kekayaan budaya Asia, khususnya Indonesia.
Kehadiran Asian Express di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa industri televisi internasional dapat menjadi media efektif dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya lokal.
Acara ini membuka ruang interaksi budaya antara peserta asing dan masyarakat Indonesia, yang direkam secara natural dan autentik, menghadirkan tayangan yang edukatif sekaligus menghibur. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi